KoranBandung.co.id – Kenaikan harga paket Axis Warnet 24 jam per 18 Juni 2025 menuai sorotan tajam dari pelanggan setia layanan internet berbasis kuota tersebut.
Banyak pengguna merasa kebijakan ini tidak disampaikan secara terbuka, terutama soal perubahan batas wajar pemakaian (FUP) yang kini jauh lebih rendah dari sebelumnya.
Padahal, transparansi informasi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan konsumen di tengah persaingan ketat industri telekomunikasi.
Paket Axis Warnet 24 jam sebelumnya dikenal sebagai salah satu solusi internet harian yang terjangkau dan fleksibel bagi pengguna dengan kebutuhan akses tinggi dalam waktu singkat.
Dengan harga awal Rp4.999, pengguna bisa menikmati koneksi internet selama 24 jam tanpa khawatir kehabisan kuota utama.
Namun, sejak 18 Juni 2025, harga paket ini naik menjadi Rp5.499, dan sejumlah perubahan lainnya pun mulai dirasakan oleh para pelanggan.
Yang paling mencolok adalah penurunan batas pemakaian wajar atau FUP (Fair Usage Policy) yang selama ini tidak dijelaskan secara gamblang di halaman resmi maupun aplikasi Axisnet.
Beberapa pengguna aktif yang telah mencoba paket Axis Warnet 24 jam terbaru melaporkan bahwa kecepatan internet mulai melambat drastis setelah penggunaan data mencapai 40 hingga 60 GB.
Padahal sebelumnya, paket ini diklaim banyak pengguna mampu memberikan kecepatan stabil hingga menyentuh angka 100 GB dalam satu kali masa aktif 24 jam.
Hal ini memunculkan kekecewaan tersendiri karena paket tersebut selama ini dijual dengan embel-embel “tanpa FUP” atau unlimited.
Kini, meskipun tetap disebut unlimited, kenyataannya kecepatan mulai turun signifikan setelah mencapai ambang batas tak resmi yang tidak diumumkan secara transparan.
Masyarakat digital, terutama mereka yang menggunakan Axis Warnet untuk kebutuhan streaming, bermain game online, atau mengerjakan pekerjaan berbasis cloud, mulai mempertanyakan kejelasan regulasi internal Axis terkait kebijakan pemakaian wajar.
Banyak yang merasa hak mereka sebagai konsumen dirugikan karena perubahan penting seperti ini tidak diumumkan secara terbuka sebelum diberlakukan.
Selain itu, kenaikan harga sebesar Rp500 dinilai memang tidak terlalu besar, namun ketika dikombinasikan dengan penurunan FUP yang cukup drastis, maka hal ini dianggap tidak sepadan oleh banyak pengguna.
Meski begitu, sebagian pelanggan lainnya masih menilai bahwa paket ini tetap menjadi salah satu yang termurah dibanding layanan serupa dari operator lain.
Dengan hanya Rp5.499, pengguna masih bisa menikmati koneksi internet selama satu hari penuh tanpa harus membeli paket kuota reguler harian atau mingguan yang cenderung lebih mahal per GB-nya.
Namun tetap saja, masalah utamanya bukan sekadar soal nominal, melainkan keterbukaan informasi yang dinilai kurang dari pihak Axis.
Perubahan kebijakan ini seakan dilakukan secara diam-diam, tanpa penyesuaian pada deskripsi paket di aplikasi atau situs resmi Axis.
Hal ini menciptakan kesan bahwa pelanggan tidak diberi ruang untuk menyesuaikan ekspektasi sebelum membeli paket.
Dalam konteks regulasi layanan telekomunikasi, ketidaktransparanan seperti ini bisa menjadi isu besar bila dibiarkan tanpa klarifikasi resmi dari pihak penyedia layanan.
Axis sendiri hingga saat artikel ini ditulis belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan perubahan FUP paket Warnet 24 jam tersebut.
Sejumlah pengguna berharap perusahaan segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah komunitas pengguna internet harian.
Sebagai bagian dari ekosistem layanan Axiata Group, Axis memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra dan integritas layanan mereka di tengah masyarakat digital yang semakin kritis terhadap praktik yang dinilai tidak adil.
Di sisi lain, para pengguna pun disarankan untuk selalu mengecek syarat dan ketentuan paket secara berkala, serta mengawasi perkembangan kebijakan operator agar bisa mengambil keputusan pembelian dengan lebih bijak.***









