KoranBandung.co.id – Insiden dugaan begal bersenjata kembali terjadi dan menggegerkan warga yang melintas di perbatasan Cianjur–Rajamandala, Bandung Barat.
Kejadian ini terjadi pada Selasa pagi, 1 Juli 2025, sekitar pukul 09.30 WIB di sekitar kawasan kuliner cincau yang dikenal cukup ramai saat pagi hingga siang hari.
Seorang pengemudi mobil menjadi korban percobaan pembegalan yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam jenis golok.
Peristiwa bermula saat korban sedang melakukan perjalanan dari arah Cianjur menuju Bandung menggunakan mobil pribadi.
Saat melintasi area kuliner cincau di wilayah perbatasan, tiba-tiba muncul dua orang pelaku dengan motor yang langsung memepet kendaraan korban.
Tanpa memberikan kesempatan, pelaku menunjukkan senjata tajam berupa golok sambil meneriakkan perintah agar korban menghentikan kendaraannya.
Tidak hanya mengancam secara verbal, pelaku juga menebaskan golok ke arah bodi mobil korban beberapa kali, membuat situasi menjadi mencekam.
Korban yang panik memilih untuk tidak menghentikan kendaraannya dan langsung tancap gas menuju arah Bandung.
Aksi pengejaran pun berlangsung, dengan pelaku terus membuntuti mobil korban melewati jembatan Rajamandala yang dikenal padat namun rawan aksi kejahatan.
Untungnya, korban mampu memacu kendaraannya lebih cepat hingga akhirnya berhasil menjauh dari kejaran pelaku yang kemudian menghentikan aksi mereka.
Dalam peristiwa ini, tidak ada korban luka karena kaca mobil dalam kondisi tertutup dan serangan golok hanya mengenai sisi kiri dan kanan bodi kendaraan.
Kerusakan yang dialami terbatas pada goresan di bodi mobil, namun dampak psikologis yang dirasakan korban tentu tidak bisa diabaikan begitu saja.
Kejadian ini pun cepat menyebar di media sosial setelah dibagikan oleh akun komunitas Instagram/folkjawabarat__ dan mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat.
Sejumlah warga memberikan testimoni serupa, menyebut bahwa kawasan tersebut memang rawan tindakan kriminal terutama di siang hari dan menjelang sore.
Beberapa netizen bahkan mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan pola yang nyaris identik, yakni pelaku berboncengan menggunakan motor dan membawa golok.
Salah satu warga menyebut bahwa dirinya juga pernah dikejar oleh dua pria dengan motor Aerox dan senjata tajam di kawasan jembatan Rajamandala sekitar pukul 12 siang.
Hal ini memunculkan kekhawatiran serius terkait keamanan di perbatasan Cianjur dan Rajamandala yang menjadi jalur vital penghubung antar kabupaten.
Selain kasus pembegalan, warga juga melaporkan bahwa sebelumnya pernah terjadi insiden pelemparan batu ke arah pengendara mobil di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian.
Rangkaian kejadian tersebut memperkuat dugaan bahwa kawasan ini mulai dijadikan target operasi oleh pelaku kejahatan jalanan.
Meski belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, masyarakat mendesak agar aparat segera meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur tersebut.
Banyak warganet berharap agar pemerintah daerah dan aparat keamanan bertindak cepat untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.
Upaya preventif seperti pemasangan CCTV, penerangan jalan, dan kehadiran petugas di titik rawan dinilai sangat dibutuhkan dalam jangka pendek.
Dalam situasi ini, kewaspadaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi para pengemudi yang melintasi kawasan perbatasan yang sepi pada jam-jam tertentu.
Masyarakat diminta untuk menghindari perjalanan seorang diri atau terlalu pagi dan terlalu malam, serta senantiasa menutup kaca mobil demi keamanan.
Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi guna mengungkap identitas pelaku.
Jika pola pembegalan ini terus berulang, bukan tidak mungkin wilayah tersebut akan semakin ditinggalkan oleh pengguna jalan karena merasa tidak aman.***









