KoranBandung.co.id – Insiden nahas menimpa dua bocah asal Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, saat asyik bermain layangan pada Senin (14/7/2025) siang.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, tepatnya di Kampung Areng RT 02/07, yang menjadi saksi bisu kecelakaan yang hampir merenggut nyawa dua anak.
Kedua korban, Muhamad Reza Syaputra (9) dan Adyt (7), harus dilarikan ke rumah sakit usai tubuh mereka mengalami luka bakar serius akibat tersengat listrik.
Kondisi luka parah di tubuh korban membuat warga sekitar bergegas memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya menyerahkan penanganan medis kepada pihak rumah sakit.
Insiden ini bermula dari aktivitas yang lazim dilakukan anak-anak saat musim kemarau, yaitu bermain dan mengejar layang-layang yang putus tertiup angin.
Saat itu, Reza dan Adyt sedang mengejar layangan yang tersangkut di tiang listrik di pinggir permukiman warga.
Layangan yang tersangkut tinggi membuat keduanya berinisiatif menggunakan besi panjang sebagai alat bantu untuk mengambil mainan tersebut.
Tanpa menyadari bahaya yang mengintai, besi yang mereka gunakan menyentuh kabel listrik tegangan menengah yang membentang di atas tiang.
Kontak langsung antara logam dan kabel listrik menyebabkan sengatan listrik hebat yang langsung menyambar tubuh kecil Adyt.
Tubuh Adyt seketika tersentak dan mengalami kejang hebat akibat hantaran listrik, membuatnya terjatuh dengan luka bakar mulai terlihat di permukaan kulitnya.
Melihat temannya tersengat, Reza secara spontan mencoba menolong tanpa mempertimbangkan risiko yang sama mengancam dirinya.
Namun naas, tindakan spontan Reza justru berakibat fatal.
Tubuh Reza ikut tersengat listrik ketika ia menyentuh besi yang masih menempel pada kabel, sehingga luka bakar yang dideritanya lebih parah dibandingkan Adyt.
Warga sekitar yang mendengar teriakan dan melihat kejadian tersebut langsung berlari untuk memberikan pertolongan.
Kepala Desa Wangunsari, Diki Rohani, membenarkan insiden tersebut dan mengatakan bahwa keduanya langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, luka bakar yang dialami Reza sangat serius dan memerlukan perawatan intensif, sementara Adyt juga mengalami luka namun dalam kondisi lebih stabil.
Kondisi geografis permukiman yang dekat dengan jaringan listrik PLN dinilai menjadi salah satu faktor risiko yang sering terabaikan, terutama oleh anak-anak yang tidak memahami bahayanya.
Diki menekankan pentingnya pengawasan dari orang tua, terutama saat anak bermain di luar rumah dalam waktu yang cukup lama.
Ia juga menyampaikan perlunya edukasi sejak dini terkait bahaya listrik dan pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan tegangan tinggi.
***









