KoranBandung.co.id – Sebuah insiden kebakaran mobil listrik Wuling Air EV di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, memicu perhatian publik dan menjadi bahan diskusi luas di media sosial.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 5 Juli 2025, sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan mengguyur sebagian wilayah Bandung.
Kebakaran terjadi tepat di dekat perempatan Moh. Toha, kawasan Karasak, Kecamatan Astana Anyar.
Wuling Air EV yang terbakar tersebut sontak menjadi sorotan karena jenisnya yang termasuk dalam kendaraan listrik berbasis baterai, sebuah inovasi otomotif yang belakangan ini semakin banyak digunakan masyarakat urban.
Menurut informasi yang dihimpun dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Disdamkarmat) Kota Bandung, kejadian bermula saat pemilik kendaraan sedang mengemudi seperti biasa di ruas Jalan Soekarno-Hatta.
Tiba-tiba, sejumlah pengguna jalan lainnya berteriak bahwa ada asap keluar dari bagian depan kendaraan.
Mendengar hal tersebut, sang pemilik segera menghentikan mobil dan keluar untuk memeriksa kondisi kendaraan.
Tak lama setelah dicek, api mulai muncul dan dengan cepat membesar, membakar sebagian besar bodi kendaraan tersebut.
Laporan darurat segera dikirim ke Emergency Call 022-113, dan informasi diteruskan ke UPT Dinas Pemadam Kebakaran Wilayah Selatan.
Tim pemadam tiba di lokasi pukul 19.31 WIB dan langsung melakukan proses pemadaman.
Upaya ini berlangsung sekitar 16 menit hingga api benar-benar padam pada pukul 19.47 WIB.
Setelah proses pemadaman selesai, petugas kembali ke markas UPT Damkar Wilayah Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, dan kondisi lalu lintas sempat tersendat akibat proses penanganan kebakaran.
Namun, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia.
Apalagi, kendaraan yang terbakar adalah salah satu produk terlaris dari segmen mobil listrik di tanah air, yakni Wuling Air EV.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Wuling Motors Indonesia melalui SGMW Motor Indonesia memberikan pernyataan resmi.
Menurut Maulana Hakim selaku Aftersales Director Wuling Motors, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap unit kendaraan yang terbakar.
Ia menegaskan bahwa komponen utama kelistrikan, termasuk baterai tegangan tinggi yang terletak di bawah kabin dan motor listrik di bagian belakang kendaraan, ditemukan dalam kondisi utuh dan tidak mengalami kerusakan berarti.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak berasal dari sistem tenaga utama kendaraan.
Maulana menyampaikan bahwa dugaan kuat api berasal dari area kap depan mobil, bukan dari sistem baterai atau motor listrik.
Wuling Motors juga mengklaim bahwa mereka terus memantau dan menyelidiki kasus ini lebih lanjut demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna kendaraan listrik mereka.
Meski demikian, publik tetap mempertanyakan bagaimana mungkin kebakaran bisa terjadi begitu cepat pada kendaraan listrik, terutama saat kondisi hujan yang umumnya mengurangi risiko percikan api.
Dalam konteks ini, para pemerhati otomotif mengingatkan bahwa meski mobil listrik memiliki tingkat keamanan tinggi, tetap ada potensi risiko dari sistem pendukung lainnya seperti instalasi listrik tambahan, komponen elektronik, atau bahkan korsleting akibat modifikasi yang tidak sesuai standar.
Tak sedikit pula netizen yang mengaitkan insiden ini dengan cuaca saat kejadian yang tengah diguyur hujan.
Namun, secara teknis, kendaraan listrik modern dirancang tahan terhadap air, termasuk saat melintas dalam genangan.
Oleh karena itu, dugaan bahwa air menjadi penyebab langsung dari korsleting atau kebakaran ini masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh para teknisi berwenang.
Sejumlah ahli otomotif menyarankan agar pemilik kendaraan listrik lebih waspada terhadap modifikasi di luar standar pabrikan.
Mereka juga menekankan pentingnya melakukan servis rutin dan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan mobil, termasuk kabel, sekring, hingga konektor di bagian depan yang biasanya menopang sistem pendukung seperti AC, lampu utama, atau sistem infotainment.
Pihak Disdamkarmat Kota Bandung juga menyatakan bahwa investigasi lanjutan masih terbuka untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran ini.***









