KoranBandung.co.id – Jalan Sangkuriang Barat 3 di Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, amblas setelah diguyur hujan deras pada Senin (14/7/2025) malam.
Insiden ini menyebabkan gangguan pada arus lalu lintas yang biasa menghubungkan Jalan Sangkuriang dan Jalan Cipageran.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena jalan tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas warga di kawasan Cimahi Utara.
Warga sekitar sempat panik ketika permukaan jalan tiba-tiba runtuh, membentuk cekungan yang cukup dalam dan membahayakan pengendara yang melintas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan infrastruktur tersebut langsung menghambat aktivitas harian masyarakat sekitar.
Menindaklanjuti laporan warga, Pemerintah Kota Cimahi bergerak cepat untuk meninjau sekaligus memulai langkah penanganan.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, langsung mendatangi lokasi pada pagi hari setelah kejadian.
Dalam kunjungan tersebut, Ngatiyana memastikan bahwa perbaikan sudah dimulai hari itu juga oleh dinas teknis terkait.
Ia menginstruksikan agar perbaikan dilakukan secepat mungkin, mengingat pentingnya fungsi jalan tersebut sebagai jalur penghubung utama.
Amblasnya jalan tersebut diduga disebabkan oleh struktur saluran air di bawah permukaan jalan yang telah lapuk akibat usia tua.
Selain itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Cimahi secara intens pada malam hari memperparah kondisi saluran dan tanah di sekitarnya.
Pemerintah Kota Cimahi sebelumnya telah melakukan pembangunan saluran sondetan di kawasan tersebut untuk mengurangi potensi banjir.
Namun, struktur saluran lama yang tidak diperkuat secara menyeluruh diduga tidak mampu menahan tekanan air saat curah hujan tinggi.
Kondisi tersebut mempercepat kerusakan struktur tanah yang menopang badan jalan.
Dalam peninjauan di lokasi, terlihat bahwa material tanah dan beton runtuh membentuk lubang cukup besar dan menganga di tengah badan jalan.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi segera memasang garis pengaman dan menutup akses agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Menurut laporan yang diterima, proses perbaikan akan memakan waktu sekitar satu bulan dengan fokus pada penguatan kembali struktur saluran air.
Pemkot Cimahi juga mengupayakan agar perbaikan jalan dilakukan bersamaan dengan revitalisasi saluran drainase secara menyeluruh.
Langkah ini dimaksudkan agar kejadian serupa tidak terulang pada musim hujan berikutnya.
Selain meninjau kondisi jalan, tim teknis juga melakukan pengecekan kontur tanah di sekitar amblasnya jalan.
Pemeriksaan ini dilakukan guna mengidentifikasi potensi kerusakan di titik-titik lain yang belum terlihat secara kasat mata.***









