KoranBandung.co.id – SeaBank kembali mengalami gangguan teknis pada aplikasinya yang menyulitkan nasabah untuk mengakses layanan perbankan digital pada Senin pagi, 21 Juli 2025.
Sejak pukul 06.00 WIB, sejumlah pengguna melaporkan kesulitan login ke aplikasi SeaBank dan hanya menerima pesan error bertuliskan “AE-1001 Mohon periksa koneksi internet kamu dan coba lagi kembali”.
Gangguan ini terjadi tanpa adanya pemberitahuan resmi dari pihak SeaBank kepada nasabahnya melalui media sosial ataupun notifikasi aplikasi.
Pantauan redaksi menunjukkan bahwa gangguan ini bukan yang pertama kali terjadi sepanjang tahun 2025.
Sebelumnya, SeaBank sempat melakukan proses pemeliharaan sistem (maintenance) yang berlangsung selama beberapa hari pada bulan Juni lalu.
Namun, alih-alih memperbaiki stabilitas, pasca maintenance justru muncul berbagai kendala teknis yang belum sepenuhnya teratasi.
Kesalahan login dengan kode AE-1001 kembali muncul dan menjadi momok bagi banyak pengguna, terutama yang mengandalkan layanan digital SeaBank sebagai rekening utama.
Situasi ini diperparah oleh absennya kejelasan dari pihak bank mengenai penyebab maupun estimasi waktu perbaikan layanan.
Sebagian pengguna mengaku sudah mencoba berbagai solusi umum yang disarankan developer seperti mematikan koneksi WiFi, menonaktifkan VPN, menghentikan paksa aplikasi (force close), menghapus cache, hingga melakukan instal ulang aplikasi.
Namun, semua upaya tersebut tetap gagal mengembalikan akses pengguna ke akun mereka.
Dari kolom ulasan aplikasi SeaBank di Google Play Store, keluhan terkait error AE-1001 telah muncul sejak beberapa bulan terakhir, menunjukkan bahwa isu ini bersifat sistemik dan bukan hanya insiden sesaat.
Menariknya, laporan pengguna di Play Store pada bulan Mei dan Juni 2025 mencatat gejala serupa, namun tidak pernah dijawab secara tuntas oleh pengelola aplikasi.
Berbeda dengan beberapa bank digital lain yang kini semakin responsif terhadap kendala teknis, SeaBank justru terlihat pasif dan minim komunikasi publik dalam menangani krisis semacam ini.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan nasabah, terutama mereka yang aktif bertransaksi setiap hari menggunakan e-wallet dan layanan perbankan digital.
Beberapa pengguna mengaku sudah tidak lagi menaruh kepercayaan terhadap sistem SeaBank karena error seperti ini dianggap berulang dan mengganggu kegiatan finansial mereka.
Bahkan, laporan yang masuk ke redaksi menyebutkan bahwa sejumlah nasabah memilih untuk menarik seluruh dana tabungan mereka dari SeaBank.
Jumlah nominal yang ditarik bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah, menunjukkan bahwa kekhawatiran ini tidak hanya datang dari segmen pengguna mikro, tetapi juga dari pemilik dana besar.
Gelombang perpindahan ke bank digital lain pun mulai terlihat.
Bank digital seperti Gopay, Jago, hingga bank digital lain menjadi alternatif yang kini ramai diperbincangkan di berbagai forum dan media sosial.
Kepuasan terhadap kestabilan layanan serta respons cepat dalam mengatasi kendala teknis menjadi alasan utama nasabah berpindah ke bank digital pesaing.
Di sisi lain, reputasi SeaBank yang sempat menanjak dalam dua tahun terakhir kini terancam menurun drastis akibat inkonsistensi teknis dan minimnya komunikasi.
Dalam dunia perbankan digital yang sangat kompetitif, keluhan kecil yang dibiarkan tanpa respons bisa berujung pada hilangnya loyalitas pelanggan.
Hal ini pula yang kini terjadi di tubuh SeaBank. Sebagian nasabah bahkan menyebut SeaBank sebagai aplikasi “eksperimental” karena dirasa belum stabil, meskipun memiliki promo dan bunga tabungan yang menarik.
Langkah SeaBank yang hanya memberikan saran teknis standar tanpa pendekatan personal atau pemberitahuan resmi menambah ketidakpercayaan publik.
Dari sisi keamanan data dan kenyamanan pengguna, kepercayaan adalah modal utama yang harus dijaga.
Namun, jika aplikasi tidak bisa dibuka saat dibutuhkan, maka fungsi utama dari bank digital sebagai sarana transaksi harian menjadi sia-sia.
Pakar teknologi finansial menyebut bahwa error dengan kode AE-1001 umumnya berhubungan dengan kegagalan komunikasi antara aplikasi dan server pusat.
Jika masalah ini terus berulang tanpa penanganan struktural, maka bukan tidak mungkin SeaBank akan mengalami eksodus nasabah dalam waktu dekat.
Diperlukan evaluasi menyeluruh dari sisi sistem, jaringan, dan strategi komunikasi agar SeaBank bisa kembali mendapatkan kepercayaan publik.
Tantangan ini harus dijawab dengan langkah konkret dan terbuka, bukan sekadar pernyataan normatif.
Hingga berita ini ditulis, SeaBank belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi mengenai error AE-1001 yang terjadi pagi ini.***









