Berapa Gaji MGB (Makan Bergizi Gratis) Bagian Sopir di Bandung Barat

Berapa Gaji MBG (Makan Bergizi Gratis) Bagian Sopir di Bandung Barat?

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu program yang melibatkan banyak tenaga kerja dengan beragam posisi.

Dari sopir pengantar makanan hingga petugas dapur, setiap pekerja memiliki peran penting dalam memastikan makanan bergizi tersalurkan tepat waktu dan dalam kondisi layak konsumsi.

Namun, pertanyaan mengenai berapa sebenarnya gaji untuk posisi sopir MBG di Bandung Barat kerap muncul di kalangan masyarakat dan warganet.

Berdasarkan penelusuran di salah satu komunitas Facebook lokal yang membahas informasi pekerjaan dan penghasilan, nominal gaji sopir MBG ternyata bervariasi.

Sejumlah anggota komunitas menyebut bahwa sopir menerima upah harian sekitar Rp80.000 hingga Rp100.000.

Baca Juga:  Bangunan Majelis Taklim di Ciomas Bogor Roboh, Tiga Orang Tewas dan Puluhan Luka-Luka

Angka tersebut diperoleh dari keterangan langsung para pekerja maupun kerabat mereka yang terlibat dalam program tersebut.

Besaran gaji ini disebut berlaku tidak hanya untuk sopir, tetapi juga untuk beberapa posisi lain seperti bagian dapur dan logistik.

Jika dihitung secara bulanan, penghasilan sopir MBG bisa mencapai kisaran Rp2,4 juta hingga Rp3 juta, tergantung jumlah hari kerja dalam sebulan.

Sistem penggajian harian membuat pekerja memiliki fleksibilitas, namun juga bergantung pada kebutuhan dan jadwal distribusi.

Sopir MBG biasanya memiliki tugas utama menjemput dan mengantarkan makanan dari dapur produksi menuju titik distribusi, termasuk sekolah atau fasilitas umum.

Baca Juga:  Tokoh Muda Bandung Sukses Membangun Perusahaan Parkir, Dia adalah Yoel Liem

Tugas ini memerlukan ketepatan waktu dan tanggung jawab tinggi, karena makanan harus sampai sebelum jam makan siang.

Selain itu, sopir juga sering terlibat dalam pengecekan kondisi kendaraan agar proses distribusi tidak terkendala.

Posisi ini dinilai krusial dalam rantai distribusi MBG, sebab keterlambatan sedikit saja dapat mengganggu jadwal konsumsi para penerima manfaat.

Dari segi beban kerja, beberapa sopir mengungkapkan bahwa mereka harus menempuh rute yang cukup jauh dalam sehari.

Ada pula tantangan di lapangan seperti kondisi jalan yang tidak selalu mulus dan cuaca yang dapat memengaruhi kelancaran pengiriman.

Baca Juga:  Begal Pengemudi Ojol di Cileunyi, Dua Pelaku Ditangkap Cepat oleh Unit Reskrim Polsek Cileunyi
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.