Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Menangis Saat Minta Maaf ke Ibunda Putri Apriani Korban Pembunuhan di Indramayu
Dedi Mulyadi menangis saat menemui keluarga Putri Apriani di Indramayu. (Sumber: Instagram/infokbb_id)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Menangis Saat Minta Maaf ke Ibunda Putri Apriani Korban Pembunuhan di Indramayu

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan permintaan maaf kepada ibunda almarhumah Putri Apriani di Indramayu.

Momen penuh haru itu terjadi ketika Dedi berkunjung langsung ke rumah orangtua korban di Kabupaten Indramayu pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi menyampaikan penyesalan mendalam karena belum mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup luas bagi warganya di Jawa Barat.

Ia menuturkan bahwa keterbatasan kesempatan kerja di dalam negeri membuat sebagian rakyat terpaksa mencari nafkah di luar daerah bahkan hingga ke luar negeri.

Kunjungan ini bukan hanya bentuk empati, melainkan juga wujud tanggung jawab moral seorang pemimpin yang merasakan kesedihan rakyatnya.

Baca Juga:  Kecelakaan di Jalan Ir. Juanda – Teuku Umar Depan Bank BCA Dago Bandung, Sepeda Motor Hantam Mobil, Begini Kondisi Korban

Putri Apriani sebelumnya ditemukan tak bernyawa di kamar kos dengan luka bakar di tubuhnya yang diduga akibat tindak kekerasan.

Kasus ini mengguncang masyarakat Indramayu karena korban masih berusia muda dan dikenal memiliki semangat besar dalam meraih masa depan.

Dugaan awal polisi menyebut bahwa pelaku pembunuhan adalah kekasih korban sendiri yang juga merupakan mantan anggota polisi.

Pelaku diketahui pernah diberhentikan secara tidak hormat dari institusi kepolisian sehingga menambah sorotan publik terhadap latar belakang kasus ini.

Keluarga korban menyambut kehadiran gubernur dengan suasana penuh haru di tengah rasa duka yang belum mereda.

Baca Juga:  Bripka Anditya Munartono Gugur saat Selamatkan Wisatawan yang Nyaris Tenggelam di Pangandaran

Meski kesedihan mendalam masih menyelimuti, keluarga merasa dihargai karena pemimpin daerah datang langsung untuk memberikan perhatian.

Air mata Dedi Mulyadi pecah saat dirinya meminta maaf kepada ibunda Putri Apriani karena merasa belum mampu melindungi rakyatnya secara penuh.

Ia menyampaikan bahwa seorang pemimpin memiliki kewajiban moral untuk menciptakan kesejahteraan rakyat, termasuk menyediakan pekerjaan layak di tanah kelahiran mereka.

Kenyataan bahwa banyak warga Jawa Barat harus bekerja di luar negeri demi menyambung hidup membuat dirinya merasa bertanggung jawab atas kondisi ini.

***

Baca Juga:  Pengendara Motor Tak Sadarkan Diri usai Kecelakaan di Flyover Pasupati Bandung
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.