Kebakaran Pabrik PT. Graha Fibertex Indonesia di Cimahi Selatan Diduga Dipicu Konsleting Listrik, Kerugian Capai Rp 600 Juta
Petugas damkar memadamkan kebakaran di pabrik PT. Graha Fibertex Indonesia, Cimahi Selatan. (Sumber: Dok. Damkar Kota Cimahi)

Kebakaran Pabrik PT. Graha Fibertex Indonesia di Cimahi Selatan Diduga Dipicu Konsleting Listrik, Kerugian Capai Rp 600 Juta

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Kebakaran melanda pabrik PT. Graha Fibertex Indonesia yang berlokasi di Jalan Cibaligo KM 2,5, RW 30, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan pada Minggu siang, 10 Agustus 2025.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB dan membuat asap hitam pekat membumbung tinggi dari area pabrik.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, api menghanguskan sebagian bangunan dan menyebabkan kerugian materi yang cukup besar.

Kepulan asap terlihat oleh sejumlah warga yang melintas di sekitar lokasi, memicu kepanikan dan membuat mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi.

Baca Juga:  Bukan Pendemo, Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Mobil Brimob Saat Antar Orderan

Api diketahui membakar area seluas kurang lebih 24 meter persegi di dalam kompleks pabrik yang memproduksi material fiber tersebut.

Sumber internal yang berada di lokasi menyebutkan, kebakaran diduga kuat berasal dari konsleting listrik di salah satu bagian produksi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menjelaskan bahwa timnya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan, mengingat lokasi pabrik berada di kawasan padat aktivitas industri.

Sebanyak lima unit mobil pancar, dua unit rescue, dan satu unit supply diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

Petugas harus bekerja ekstra karena titik api berada di bagian dalam pabrik yang memiliki banyak material mudah terbakar.

Baca Juga:  Penemuan Jenazah di Lahan Kosong Ganjarsabar Nagreg Bandung Gegerkan Warga, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Selain memadamkan api, tim pemadam juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.

Proses pendinginan berlangsung cukup lama karena suhu di area yang terbakar masih tinggi akibat material yang terbakar.

Berdasarkan hasil penilaian awal, kebakaran ini mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 600 juta.

Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan, peralatan produksi, dan bahan baku yang ikut terbakar.***

Baca Juga:  Patahkan 'Kebijakan' Menteri ESDM, Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Pengecer Elpiji 3 Kg Kembali Beroperasi
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.