Pria Tewas Tertabrak KA Commuter Line di Braga Bandung, Diduga Terobos Palang Pintu Perlintasan
Evakuasi korban tertemper KA di perlintasan Braga Bandung, Senin siang (Sumber: Instagram/infobandungkota).

Pria Tewas Tertabrak KA Commuter Line di Braga Bandung, Diduga Terobos Palang Pintu Perlintasan

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Seorang pria tewas setelah tertemper Kereta Api Commuter Line di perlintasan sebidang Jalan Braga, Kota Bandung, pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 11.15 WIB.

Peristiwa tragis ini terjadi di salah satu kawasan ikonik di pusat Kota Bandung yang dikenal padat aktivitas pejalan kaki dan kendaraan.

Korban diduga nekat menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup meskipun sinyal dan peringatan telah aktif.

Kejadian ini langsung mengundang perhatian masyarakat sekitar dan aparat yang segera datang ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Insiden nahas tersebut melibatkan KA Commuter Line 383 dengan tujuan akhir Stasiun Padalarang yang saat itu melintas dari arah timur menuju barat.

Korban yang merupakan seorang pria dengan perkiraan usia sekitar 30 tahun dilaporkan mengalami luka berat dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Baca Juga:  Kebakaran Besar Landa Empat Gudang di Jalan Kolonel Masturi Cimahi, Asap Hitam Pekat Selimuti Langit

Menurut informasi awal dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, korban diperkirakan adalah pejalan kaki yang mengabaikan palang pintu perlintasan yang telah tertutup.

Pihak Dishub menyampaikan bahwa sinyal peringatan, bel, dan palang pintu seluruhnya dalam kondisi aktif dan berfungsi sebagaimana mestinya saat kereta melintas.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban mencoba menyeberang dengan tergesa-gesa dan tidak memperhitungkan jarak laju kereta yang sudah sangat dekat.

Korban kemudian tertemper tepat di sisi depan kereta dan terpental beberapa meter dari titik benturan.

Usai kejadian, pihak kepolisian dari Polrestabes Bandung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan lokasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Baca Juga:  Hujan Deras Disertai Angin di Cimahi Sebabkan Banjir Cukup Tinggi

Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung turut hadir untuk membantu evakuasi jasad korban dan memberikan penanganan di lapangan.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.

Hingga berita ini ditulis, identitas korban masih belum dapat dipastikan karena korban tidak membawa identitas diri saat kejadian.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara pasti kronologi dan motif korban menerobos palang pintu yang sudah tertutup.

Kecelakaan semacam ini bukan kali pertama terjadi di perlintasan sebidang yang ada di Kota Bandung, terutama di titik-titik yang berada di tengah kawasan padat aktivitas.

Dishub Kota Bandung menyatakan bahwa pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi dan patroli di perlintasan rawan untuk menekan angka kecelakaan.

Baca Juga:  Banjir Terus Mengancam Gedebage Kota Bandung Walau Sudah Ada Kolam Retensi

Namun, kesadaran pengguna jalan, terutama pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan keselamatan.***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.