KoranBandung.co.id – Seorang warga Lembang mengaku melihat macan tutul berkeliaran di area perkebunan bunga mawar miliknya pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Kebun bunga mawar tersebut terletak di dekat kawasan wisata Lembang Park Zoo, Kabupaten Bandung Barat.
Kehadiran satwa liar tersebut membuat aktivitas perkebunan terhenti karena karyawan diminta untuk berhenti bekerja demi keselamatan.
Warga pemilik kebun menuturkan bahwa sudah dua hari terakhir macan tutul terlihat berada di area perkebunannya.
Ia menegaskan bahwa karyawan tidak bisa bekerja karena ancaman keselamatan.
Kebun bunga mawar itu sejatinya harus tetap dirawat, mulai dari penyemprotan hingga proses panen karena sudah ada kontrak penjualan dengan pembeli.
Warga tersebut berharap pihak berwenang bisa segera menangani keberadaan macan tutul agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar.
Ia meminta aparat kepolisian bergerak cepat agar tidak menunggu jatuhnya korban sebelum melakukan tindakan.
Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat sekitar karena lokasi kebun berdekatan dengan kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.
Dari keterangan pihak Lembang Park Zoo, diketahui bahwa macan tutul tersebut bukan satwa koleksi lembaga konservasi tersebut.
Pihak kebun binatang menjelaskan bahwa satwa itu merupakan hewan rescue dari daerah lain yang sedang menjalani masa karantina.
Macan tutul itu diduga meloloskan diri dari area karantina penangkaran sebelum akhirnya terlihat berada di sekitar perkebunan warga.
Pihak Lembang Park Zoo menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan pencarian dan penanganan.
Upaya pelacakan melibatkan Polsek, Polres, Polda Jabar, hingga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Menurut keterangan lembaga konservasi itu, tindakan yang dilakukan sudah sesuai prosedur dan standar penanganan satwa.
Mereka menekankan bahwa langkah penanganan dilakukan secara profesional dengan mengutamakan keamanan masyarakat dan kesejahteraan satwa.
Meski begitu, warga sekitar masih merasakan keresahan karena belum ada kepastian soal keberadaan macan tutul tersebut.
Kekhawatiran semakin besar karena macan tutul termasuk satwa predator yang berpotensi membahayakan manusia.
Apalagi kawasan Lembang dikenal sebagai destinasi wisata yang setiap akhir pekan ramai dikunjungi wisatawan.
Beberapa warga juga menunda aktivitas berkebun karena takut berhadapan langsung dengan satwa liar tersebut.
Situasi ini menimbulkan kerugian ekonomi karena hasil panen bunga mawar terancam gagal dipasarkan.
Kondisi tanaman yang membutuhkan perawatan harian semakin memperburuk keadaan jika pekerja terus diliburkan.
Selain itu, rasa cemas turut memengaruhi psikologis warga yang tinggal di sekitar lokasi kebun.***









