Angin Puting Beliung Terjang Soreang, 13 Bangunan Rusak dan 3 Warga Luka
Kerusakan bangunan akibat angin puting beliung di Soreang, Bandung, Jumat siang. Sumber: Dokumentasi warga

Angin Puting Beliung Terjang Soreang, 13 Bangunan Rusak dan 3 Warga Luka

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Peristiwa angin kencang puting beliung melanda wilayah Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, pada Jumat siang (19/9/2025).

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat 13 bangunan mengalami kerusakan akibat terjangan angin tersebut.

Selain kerusakan bangunan, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung mendapat perawatan di rumah sakit.

BPBD Kabupaten Bandung menyebut kerusakan terbesar terjadi pada bagian atap rumah warga.

Material seperti genting dan asbes beterbangan akibat kuatnya hembusan angin.

Baca Juga:  Camat Soreang Tinjau Pembangunan Perumahan Soreang Resort Al Munawaroh Usai Aduan Warga Desa Sukanagara

Meskipun demikian, tidak ada laporan rumah yang ambruk total dalam kejadian ini.

Warga yang rumahnya terdampak langsung melakukan perbaikan darurat dengan bantuan masyarakat sekitar.

BPBD memberikan dukungan berupa terpal untuk rumah yang mengalami kerusakan parah agar tetap bisa ditempati sementara.

Pihak BPBD juga menegaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bantuan logistik dan pemulihan cepat diprioritaskan agar warga terdampak bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Tiga korban luka akibat tertimpa material rumah sudah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hermina Soreang.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tawarkan Kontrakan Setahun untuk Warga Terdampak Penggusuran Situ Ciburuy

Petugas medis memastikan kondisi mereka berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan intensif.

Fenomena angin puting beliung ini diduga kuat dipicu oleh peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Menurut catatan cuaca, masa peralihan ini sering kali ditandai dengan munculnya cuaca ekstrem.

Hujan deras, angin kencang, dan petir menjadi kombinasi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap tanda-tanda perubahan cuaca mendadak.

Jika terjadi angin sangat kencang, warga diimbau segera mencari tempat perlindungan yang lebih aman.***

Baca Juga:  Percobaan Pengeroyokan di Inhoftank Bandung! Pedagang Martabak Acungkan Pedang Saat Diserang, Polisi Beri Penghargaan
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.