KoranBandung.co.id – Tabrakan maut antara bus dan sepeda motor terjadi di Jalan Kolonel Masturi atau Kolmas, Kampung Karamat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (5/9/2025) siang.
Peristiwa ini menelan satu korban jiwa dan satu korban lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka serius.
Insiden lalu lintas tersebut menimbulkan keprihatinan lantaran terjadi di ruas jalan yang sebenarnya terlarang untuk dilalui kendaraan besar, termasuk bus.
Kejadian bermula saat sebuah bus dengan nomor polisi B 7447 FGA melaju dari arah Lembang menuju Parongpong.
Di waktu yang sama, sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi F 3143 TT melaju dari arah berlawanan menuju pusat Lembang.
Tabrakan keras tak terhindarkan ketika motor yang dikendarai itu tidak mampu menguasai laju kendaraan saat melewati tikungan di depan Yayasan Bukit Doa El Shaddai.
Benturan membuat pengendara motor berinisial AW (22), warga Kampung Cijangkar, Desa Cisarua, Kota Sukabumi, terhempas hingga masuk ke kolong bus.
Tubuh korban bersama motornya terlindas dan terjepit, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Sementara rekannya yang dibonceng terpental dan hampir terlindas bus serta dalam kondisi tak sadarkan diri.
Korban yang selamat segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Lembang untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas Unit Laka Lantas Polres Cimahi bersama jajaran Polsek Lembang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dugaan sementara, kecelakaan dipicu karena motor korban melebar melewati jalur berlawanan pada saat jalan menurun dan menikung, selain itu motor juga diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
Meski begitu, bus juga diduga melanggar larangan melintas di kawasan tersebut.
Sejumlah warga sekitar menyebut suasana panik sempat terjadi saat korban masih berada di bawah bus.
Ia menuturkan bahwa salah satu korban meninggal di lokasi, sedangkan temannya sempat tidak sadarkan diri di sisi jalan.
Kecelakaan ini sekaligus mengingatkan kembali tentang aturan larangan bagi kendaraan besar melewati jalur Kolonel Masturi.
Jalan tersebut memang memiliki tikungan tajam dan kontur menanjak maupun menurun yang kerap membahayakan pengendara.









