KoranBandung.co.id – Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 99 jalur B arah Bandung pada Minggu pagi, 21 September 2025 sekitar pukul 08.35 WIB.
Insiden ini melibatkan mobil derek milik Jasa Marga, bus Primajasa, serta sebuah bus pariwisata yang sedang mengangkut rombongan peziarah.
Peristiwa tersebut menimbulkan sejumlah korban luka, meski tidak ada laporan korban jiwa dari kejadian yang sempat menghambat lalu lintas tol utama penghubung Jakarta–Bandung ini.
Mobil derek yang terlibat kecelakaan diketahui tengah melakukan manuver putar balik di lokasi kejadian.
Saat bersamaan, bus Primajasa dengan nomor polisi B 7075 PW melaju dari arah Jakarta menuju Bandung dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam.
Bus tersebut diduga tidak sempat mengantisipasi keberadaan mobil derek sehingga menabrak bagian belakang kendaraan operasional Jasa Marga itu.
Benturan keras membuat mobil derek terdorong ke lajur lain yang pada saat itu dilintasi bus pariwisata Rudi Mapan Jaya.
Bus pariwisata tersebut diketahui sedang mengangkut rombongan ibu-ibu yang hendak melakukan perjalanan ziarah ke Bandung.
Tubrukan kedua ini membuat kerusakan lebih parah dan memperbesar jumlah korban luka dalam kecelakaan beruntun tersebut.
Pengemudi mobil derek bernama Ahyar mengalami luka berat akibat benturan.
Sementara itu, kernet mobil derek yang diketahui bernama Rizki mengalami luka ringan.
Dari pihak bus pariwisata, empat penumpang juga mengalami luka ringan dan sempat mendapatkan pertolongan medis di lokasi kejadian.
Seluruh korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Bus Primajasa yang mengangkut penumpang jurusan Tasikmalaya–Lebak Bulus mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.
Namun seluruh penumpang bus tersebut dinyatakan selamat tanpa luka berarti.
Kecelakaan membuat mobil derek berhenti dalam posisi melintang di jalur B Tol Cipularang.
Bus Primajasa berhenti di lajur dua, sedangkan bus pariwisata berada di jalur utama yang berlawanan arah.
Posisi akhir kendaraan yang tidak beraturan itu membuat arus lalu lintas sempat tersendat.
Pengendara yang melintas di jalur tersebut sempat terhambat sebelum petugas kepolisian dan pihak pengelola jalan tol melakukan evakuasi.
Petugas membutuhkan waktu untuk memindahkan ketiga kendaraan besar tersebut agar lalu lintas kembali normal.***








