KoranBandung.co.id – Longsor dan banjir melanda wilayah Kampung Pangleseran, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (16/9/2025).
Hujan deras yang mengguyur kawasan Cikalongwetan sejak sore hari menjadi pemicu terjadinya bencana tersebut.
Kondisi geografis daerah dengan kontur perbukitan membuat wilayah ini cukup rawan mengalami longsor ketika curah hujan meningkat.
Di RT 3 RW 9 Pangleseran, tebing yang berada di dekat pemukiman warga runtuh akibat tidak mampu menahan debit air hujan.
Material longsor menyeret sejumlah tanaman pisang dan menimbun area persawahan yang berada di bawah tebing.
Genangan air dari hujan juga menyebabkan banjir di persawahan warga yang terhubung dengan aliran kecil di sekitar tebing.
Sejumlah lahan padi terendam air bercampur lumpur sehingga terancam gagal panen.
Padahal, sebagian besar petani baru saja menanam padi atau memberi pupuk pada sawah mereka beberapa hari sebelumnya.
Kondisi ini menambah beban masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian di kawasan tersebut.
Masyarakat sekitar kini dihadapkan pada risiko kerugian ekonomi akibat hilangnya tanaman padi yang baru mulai tumbuh.
Kerugian diperkirakan cukup besar karena mayoritas warga mengandalkan lahan tersebut untuk kebutuhan pangan sehari-hari.
Selain itu, banyak petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki lahan yang rusak agar kembali bisa ditanami.
Peristiwa longsor dan banjir ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk memberikan bantuan pemulihan pascabencana.
Bantuan berupa perbaikan irigasi, perkuatan tebing, serta dukungan benih baru dinilai mendesak untuk meringankan beban petani.
Selain itu, program penghijauan kembali kawasan perbukitan juga menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak berulang.
Langkah ini bisa dimulai dengan penanaman pohon pelindung di titik-titik rawan longsor.
Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan bencana.
Partisipasi aktif warga bersama pemerintah dapat memperkuat ketahanan desa terhadap risiko bencana.
Selain aspek lingkungan, perlunya sistem peringatan dini juga patut menjadi perhatian serius.
Dengan adanya sistem peringatan dini, masyarakat bisa segera mengamankan diri ketika tanda-tanda bencana mulai terlihat.
***









