Ngeri, Diduga Ada Belatung di Makanan Program MBG di SMPN 1 Ngamprah Bandung Barat
Dugaan belatung dalam makanan program MBG Bandung Barat memicu keresahan warga. (Sumber: Instagram/infobdgbaratcimahi)

Ngeri, Diduga Ada Belatung di Makanan Program MBG di SMPN 1 Ngamprah Bandung Barat! Ini Tanggapan Wakepsek

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Kasus dugaan ditemukannya belatung dalam makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat menjadi sorotan publik.

Rekaman video yang memperlihatkan siswa menemukan benda mencurigakan di dalam menu makan siang viral di berbagai grup WhatsApp pada Selasa, 23 September 2025.

Suasana heboh terdengar dalam rekaman saat seorang siswa menyebut bahwa makanan tersebut berisi belatung, sementara guru yang berada di lokasi merekam momen tersebut.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran orang tua murid dan masyarakat luas terkait higienitas serta kualitas penyediaan makanan untuk anak sekolah.

Baca Juga:  Keluarga Sudah Main Hakim Sendiri, Ternyata Bocah di Bandung Terjatuh Sendiri dan Kena Motor yang Sedang Berhenti! Warganet: Untung Ada CCTV

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 1 Ngamprah, Sinung Raharjo, membenarkan adanya video tersebut dan menjelaskan bahwa makanan MBG berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perumahan Cilame Indah, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah.

Menurut penjelasannya, pihak sekolah masih melakukan pengecekan atas isi rekaman dan kondisi makanan yang dituduhkan bermasalah.

Sebagian siswa dilaporkan enggan menyantap menu MBG setelah muncul isu tersebut, meski faktor selera juga menjadi penyebab makanan tidak habis dikonsumsi.

Fenomena ini memunculkan perdebatan di masyarakat mengenai standar pengawasan dan distribusi makanan dalam program MBG yang digagas pemerintah.

Baca Juga:  Apakah Mobil Barang Bukti Polisi Boleh Dipakai Bebas oleh Warga Sipil?

Makanan yang disiapkan untuk ribuan siswa seharusnya melalui prosedur pemeriksaan ketat demi menjamin kelayakan konsumsi.

Kehadiran dugaan belatung meski belum terbukti secara nyata sudah cukup merusak citra program yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar.

Orang tua mulai mempertanyakan sejauh mana pemerintah daerah serta penyedia jasa katering memperhatikan kualitas penyajian.

Selain itu, muncul tuntutan agar dinas terkait segera melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan laporan resmi kepada publik.***

Baca Juga:  Detik-detik Puluhan Mobil Ambulans Lalu Lalang Angkut Korban Keracunan MBG di Cipongkor Kabupaten Bandung Barat
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.