Penyisiran Aparat Usai Demo DPRD Jabar di Bandung Viral, Kampus Unpas dan Unisba Jadi Sasaran
Aparat lakukan penyisiran hingga area kampus usai demo DPRD Jabar di Bandung. (Sumber: Instagram/bandungterkini)

Penyisiran Aparat Usai Demo DPRD Jabar di Bandung Viral, Kampus Unpas dan Unisba Jadi Sasaran Aparat

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Aksi penyisiran aparat kepolisian dan TNI usai demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Senin malam (1/9/2025) menimbulkan polemik baru di Kota Bandung.

Peristiwa yang berlangsung hingga larut malam tersebut menyisakan tanda tanya besar mengenai batasan penanganan aksi massa.

Kampus Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba) bahkan menjadi lokasi paling disorot setelah gas air mata dilaporkan masuk ke area perkuliahan.

Massa aksi yang sebelumnya melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat mulai bubar sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun, hingga pukul 23.24 WIB, aparat kepolisian bersama TNI masih terlihat melakukan penyisiran di sekitar kawasan Tamansari.

Baca Juga:  Kecelakaan Dini Hari di Jalan Soekarno-Hatta, Korban Alami Luka di Wajah dan Kaki

Dalam rekaman video yang tersebar di media sosial, mahasiswa tampak berlarian memasuki ruangan kampus sambil berteriak agar tidak ditembaki.

Seruan mahasiswa itu mempertegas anggapan bahwa kampus seharusnya menjadi zona aman dari segala bentuk represifitas.

Rekaman CCTV yang beredar juga memperlihatkan aparat berseragam lengkap tengah melakukan penyisiran di sekitar kawasan Jl. Tamansari.

Selain itu, kendaraan taktis milik TNI terlihat terparkir di dekat kawasan kampus, menambah kesan mencekam pada peristiwa malam itu.

Gas air mata yang ditembakkan ke arah massa juga masuk ke area kampus, sehingga menimbulkan kepanikan bagi mahasiswa yang berada di dalam.

Momen tersebut langsung menjadi viral dengan narasi “ALL EYES ON BANDUNG – ALL EYES ON UNISBA & UNPAS”.

Baca Juga:  Kecelakaan Motor Tabrakan Adu Banteng Terjadi di Jalan Ngamprah, 1 Orang Wanita Luka Parah di Kepala

Gelombang unggahan dari warganet memperlihatkan simpati kepada mahasiswa yang menjadi korban situasi tersebut.

Sejumlah tokoh publik pun ikut menyoroti insiden ini, termasuk aktor sekaligus komika Ge Pamungkas.

Melalui akun media sosialnya, Ge Pamungkas menyinggung langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memberikan perhatian serius pada peristiwa itu.

Tindakan aparat yang melakukan penyisiran hingga ke kampus menuai kritik karena dianggap melanggar prinsip kampus sebagai ruang akademik yang bebas dari intervensi militer.

Sejumlah aktivis menyebut tindakan tersebut bisa memperburuk hubungan antara aparat dan mahasiswa.***

Baca Juga:  Maling Motor Nekat Beraksi Pada Sore Hari di Ciparay Bandung, Aksinya Gagal Usai Kunci T Rusak
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.