Beberapa driver mengembangkan strategi agar tidak sering mengalami kondisi matas.
Ada yang memilih hanya menerima orderan dalam radius tertentu agar tetap dekat dengan titik awal.
Sebagian lainnya menggunakan jam sibuk atau lokasi ramai sebagai pertimbangan utama dalam mengambil orderan.
Dengan cara ini, peluang untuk mendapatkan penumpang saat kembali lebih terbuka.
Selain itu, komunikasi antar driver juga membantu memberikan informasi mengenai area yang ramai atau sepi.
Pengalaman kolektif inilah yang kemudian menjadi panduan informal dalam menghindari perjalanan kosong.
Di komunitas online maupun forum diskusi, fenomena matas menjadi topik yang sering dibicarakan.
Banyak driver saling berbagi cerita, mulai dari pengalaman mengantar penumpang hingga ke luar kota hingga pulang jauh-jauh dalam keadaan kosong.
Sebagian merasa kondisi ini adalah risiko pekerjaan yang tidak bisa dihindari.
Namun, ada juga yang menilai perlu adanya perbaikan sistem agar perjalanan driver lebih seimbang.
Kritik dan masukan tersebut kerap diarahkan kepada perusahaan penyedia aplikasi, termasuk Grab.
Mereka berharap sistem dapat mengutamakan orderan yang searah, sehingga tidak merugikan pengemudi.***









