Terduga Maling Motor Babak Belur di Cihampelas Bandung Barat, Diduga Tewas Setelah Dihakimi Massa

Terduga Maling Motor Babak Belur di Cihampelas Bandung Barat, Diduga Tewas Setelah Dihakimi Massa

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Pada Senin malam (20/10/2025), warga sekitaran Cihampelas Bandung Barat dihebohkan dengan adanya dugaan maling motor.

Terduga pelaku diduga berjumlah 2 orang, di mana salah satu terduga pelaku berhasil melarikan diri, sedangkan 1 pelaku lagi berhasil ditangkap oleh warga.

Belum ada keterangan resmi atas kejadian ini, namun berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, diduga pelaku merupakan orang Wates dekat Salakopi Cihamirung.

Dari keterangan warga, diduga pelaku berinisial “R”. Terduga pelaku dikabarkan melakukan aksi maling motor, namun saat diperjalanan di sekitaran BBC, diduga motor mengalami mogok karena kehabisan bensin.

Baca Juga:  Jembatan BBS Cihampelas Gemparkan Warga, Diduga Ditemukan Mayat di Sekitaran Jembatan

Warga yang geram, langsung berbondong-bondong menghakimi terduga pelaku.

Terduga pelaku sendiri dihakimi di dekat tempat berjualan daging ayam.

Massa yang sudah marah tak bisa lagi membendung amarahnya. Alhasil, terduga pelaku babak belur dan dikabarkan meninggal dunia sebelum ambulan datang ke lokasi.

Sejatinya, tindakan main hakim sendiri adalah tindakan yang tidak dibenarkan menurut kacamata hukum.

Baca Juga:  Skywalk Teras Cihampelas Bandung Kembali Disorot Usai Video Tak Senonoh Beredar

Oleh karenanya, diharapkan di kemudian hari, aksi main hakim sendiri ini bisa diminimalisir.

Namun meski begitu, banyak warga yang geram atas insiden maling motor ini. Pasalnya di beberapa daerah termasuk di Cihampelas Bandung Barat, kejadian maling motor ini cukup sering terjadi.

Terlebih, biasanya motor yang sudah dicuri akan kecil kemungkinan untuk kembali.***

Baca Juga:  Hadir di Cipatik! Inilah Jadwal Samsat Keliling Cipatik Cihampelas Bandung Barat
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.