Ancaman Pergerakan Tanah di Kampung Gadung Desa Cintaasih Bandung Barat Kembali Picu Kekhawatiran Warga
Gambar hanya ilustrasi.

Ancaman Pergerakan Tanah di Kampung Gadung Desa Cintaasih Bandung Barat Kembali Picu Kekhawatiran Warga

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Bencana pergerakan tanah kembali mengancam kehidupan warga Kampung Gadung di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Ancaman ini mencuat setelah kejadian serupa terjadi kembali pada awal musim hujan tahun ini dan memicu kekhawatiran besar masyarakat.

Warga berharap pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan komprehensif agar tempat tinggal mereka tidak semakin tergerus bencana.

Pergerakan tanah di Kampung Gadung bukanlah peristiwa baru.

Kampung yang berada di wilayah perbukitan itu telah mengalami kejadian serupa pada tahun 2020 yang menyebabkan ratusan warga dari beberapa kampung harus mengungsi.

Lima tahun berselang, bencana yang sama kembali menimbulkan kerusakan pada rumah warga meski skalanya tidak separah sebelumnya.

Hujan deras yang turun tanpa henti selama beberapa hari menjadi pemicu utama pergerakan tanah kali ini.

Baca Juga:  Kecelakaan Motor Tabrakan Adu Banteng Terjadi di Jalan Ngamprah, 1 Orang Wanita Luka Parah di Kepala

Curah hujan yang tinggi membuat struktur tanah semakin labil dan rawan longsor di sejumlah titik.

Kondisi itu diperburuk oleh kontur wilayah yang berada di daerah miring dengan lapisan tanah bertekstur lempung yang mudah bergeser.

Warga menyebutkan adanya retakan baru di sejumlah rumah mereka yang muncul secara tiba-tiba.

Beberapa bangunan bahkan dinilai sudah tidak aman lagi untuk dihuni karena struktur yang terancam roboh.

Mereka hidup dalam rasa waswas setiap kali hujan kembali turun.

Kerusakan yang terjadi tahun ini diduga merupakan akumulasi dari bencana besar yang melanda kawasan tersebut lima tahun lalu.

Tanah yang pernah mengalami pergeseran umumnya membutuhkan penanganan serius untuk mengembalikan kestabilan kontur.

Namun upaya penanggulangan permanen di kawasan tersebut masih dinilai kurang maksimal.

Baca Juga:  Apakah Rumah Subsidi Bisa Cash? Ini Penelusuran Lengkapnya

Pada tahun 2022, Badan Geologi telah menurunkan tim ahli untuk melakukan kajian komprehensif terkait risiko pergerakan tanah di wilayah itu.

Hasil kajian menyimpulkan bahwa Kampung Gadung dan beberapa kampung sekitarnya berada di zona merah bencana geologi.

Lokasi tersebut bahkan dinyatakan tidak lagi layak untuk permukiman dalam jangka panjang.

Rekomendasi relokasi pun telah dikeluarkan untuk menghindari potensi korban jiwa di kemudian hari.

Meski demikian, hingga kini sebagian besar warga masih bertahan di rumah mereka karena keterbatasan ekonomi.

Tidak semua warga memiliki pilihan lain untuk berpindah tempat tinggal.

Keterikatan sosial dan ekonomi yang kuat terhadap dataran tempat mereka tinggal juga menjadi pertimbangan utama.

Selain rumah yang rusak, akses jalan juga dilaporkan mengalami retakan dan pergeseran.

Jalur transportasi itu menjadi rawan untuk dilalui terutama saat kondisi tanah menjadi licin.

Baca Juga:  Bripka Anditya Munartono Gugur saat Selamatkan Wisatawan yang Nyaris Tenggelam di Pangandaran

Kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati menghindari titik yang telah digaris polisi sebagai area berbahaya.

Warga berharap mitigasi bencana dilakukan secara lebih serius dan menyeluruh.***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.