KoranBandung.co.id – Hujan dan angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Bandung Raya pada Selasa siang dan memicu kerusakan di beberapa titik.
Perubahan cuaca yang terbilang cepat itu membuat warga terkejut karena kondisi langit mendadak gelap.
Situasi tersebut berlangsung singkat namun cukup menimbulkan kecemasan bagi masyarakat.
Fenomena cuaca ekstrem kembali terjadi di Bandung Raya pada Selasa, 18 November 2025, ketika hujan disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, hingga Kota Bandung.
Beberapa kawasan di Kabupaten Bandung Barat, terutama Padalarang hingga Ngamprah, melaporkan kerusakan pada atap rumah akibat terjangan angin kencang.
Di Kota Bandung, kejadian pohon tumbang di Jalan Astana Anyar No.236 menjadi salah satu insiden yang menarik perhatian publik karena sempat mengganggu aktivitas lalu lintas sore hari.
Warga mengaku mengetahui adanya angin kencang sekitar pukul dua siang ketika suasana mendadak memburuk meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi.
Kondisi tersebut membuat banyak orang merasa waspada karena hembusan angin tampak cukup kuat sehingga membuat pepohonan bergoyang keras.
Langit yang menggelap lebih cepat dari biasanya juga menambah kecemasan warga yang tengah beraktivitas di luar ruangan.
Di wilayah Padalarang, laporan mengenai atap rumah yang beterbangan mulai bermunculan tak lama setelah angin bertiup kencang.
Tim penanggulangan kebencanaan tingkat kecamatan disebutkan mulai melakukan pendataan segera setelah laporan warga diterima.
Sementara di Ngamprah, sejumlah atap rumah yang rusak berada di permukiman padat penduduk yang memiliki banyak bangunan semi permanen.
Material atap yang ringan membuat bangunan mudah terdampak ketika angin bergerak dengan kecepatan tinggi.
Warga terlihat bergotong-royong mengamankan sisa material yang berserakan untuk mencegah kerusakan lanjutan.
Di Kota Cimahi, situasi cuaca ekstrem tersebut turut memicu kekhawatiran meski laporan kerusakan tidak sebanyak di KBB.
Beberapa warga memilih menunda aktivitas luar ruangan karena melihat kondisi langit yang tampak tidak bersahabat.
Identifikasi lapangan yang dilakukan aparat kelurahan mencatat bahwa sebagian besar warga lebih memilih menunggu cuaca kembali stabil sebelum kembali beraktivitas.
Di Kota Bandung, kejadian pohon tumbang di Jalan Astana Anyar membuat sejumlah pengguna jalan terpaksa mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi.
Petugas kebersihan dan unsur BPBD langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi batang dan ranting yang menutup sebagian badan jalan.
Lalu lintas di kawasan itu sempat tersendat namun kembali normal setelah proses pembersihan selesai dilakukan.***








