Banjir Dadakan Ubah Jalan di Cigugur Tengah Cimahi Menjadi 'Sungai'
Banjir ubah jalan jadi sungai di Cigugur Tengah Cimahi saat hujan deras. (Sumber: Dok. Warga)

Banjir Dadakan Ubah Jalan di Cigugur Tengah Cimahi Menjadi ‘Sungai’, Aktivitas Warga Terganggu

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Kondisi air banjir seketika merubah jalan menjadi sungai di wilayah Cigugur Tengah, Cimahi, menjadi perhatian serius masyarakat.

Fenomena banjir mendadak ini kembali terjadi pada Kamis sore di tengah aktivitas warga.

Situasi tersebut memperkuat kekhawatiran warga bahwa persoalan banjir di kawasan itu belum menemukan solusi berkelanjutan.

Warga Cigugur Tengah kembali menghadapi genangan air yang tiba-tiba meluap dan merendam ruas jalan utama di Kecamatan Cimahi Tengah.

Peristiwa ini terjadi pada 22 November 2025 setelah hujan deras turun dan memicu aliran air mengalir deras seperti sungai di sepanjang permukiman.

Baca Juga:  Fenomena Langka, Rotasi Bumi Diperkirakan Lebih Cepat pada Juli-Agustus 2025

Banjir tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga memunculkan rasa aman warga yang semakin tergerus oleh kejadian serupa dalam beberapa tahun terakhir.

Masyarakat yang hendak pulang kerja terpaksa mencari jalur alternatif karena jalan berubah menjadi arus air yang cukup kuat.

Pengendara sepeda motor tampak kesulitan melintas akibat ketinggian air yang mencapai bagian mesin hingga membuat kendaraan mogok.

Sebagian pejalan kaki memilih menunggu air surut karena khawatir terseret arus yang mengalir cepat di tengah permukiman padat penduduk.

Fenomena jalan berubah menjadi sungai ini menunjukkan bahwa sistem drainase yang ada belum mampu menampung curah hujan tinggi yang turun secara tiba-tiba.

Baca Juga:  Motor Honda Beat Putih Terlibat Kecelakaan dengan Mobil di Cipatat Bandung Barat

Daerah resapan air yang semakin berkurang akibat pembangunan menjadi salah satu pemicu utama masalah banjir tersebut.

Alih fungsi lahan menjadi bangunan hunian dan usaha membuat air tidak memiliki ruang yang cukup untuk meresap ke tanah.

Cimahi sebagai kota dengan penduduk padat dan perkembangan pesat menghadapi tantangan berat dalam pengelolaan tata ruang dan drainase.

Warga mengaku peristiwa banjir seperti ini bukan pertama kali terjadi dan bahkan sudah dianggap sebagai kejadian langganan.***

Baca Juga:  Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Kembali Terjadi di Cipongkor, 631 Pelajar Jadi Korban! Ini Tanggapan Gubernur Jabar
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.