Belasan Siswa di SMP Bina Karya Ngamprah Diduga Keracunan MBG, 1 Dilarikan ke Rumah Sakit

Belasan Siswa di SMP Bina Karya Ngamprah Diduga Keracunan MBG, 1 Dilarikan ke Rumah Sakit

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat dan kali ini menimpa belasan siswa SMP Bina Karya Ngamprah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 11 November 2025, saat para siswa mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

Setelah menyantap makanan dari program tersebut, beberapa siswa mulai merasakan gejala mual, muntah, dan sakit perut hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Menurut informasi awal dari pihak Puskesmas Ngamprah, total ada 14 siswa yang dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Sukatani 002, Ngamprah Landeuh.

Salah satu siswa bahkan harus dirujuk antara ke RS Karisma atau ke RS Cahya Kawaluyan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif karena kondisinya dinilai cukup parah.

Sementara itu, 13 siswa lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Ngamprah dan masih dalam tahap observasi medis oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga:  Tiga Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit Setelah Kecelakaan Dini Hari di Astanaanyar Bandung

Pihak puskesmas juga memastikan bahwa penanganan dilakukan secara cepat setelah laporan pertama diterima sekitar pukul 12.00 WIB.

Tim medis segera diterjunkan ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan terhadap siswa yang menunjukkan gejala keracunan.

Beberapa siswa mengeluhkan rasa mual dan pusing tak lama setelah jam makan siang, sementara sebagian lainnya mengalami muntah dan kram perut.

Petugas kesehatan yang menangani kasus ini menyebutkan bahwa seluruh korban kini dalam kondisi stabil, meskipun masih dilakukan observasi untuk memastikan tidak ada komplikasi lanjutan.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Saprudin, juga membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk memantau kondisi para siswa dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

Baca Juga:  Seorang Pemotor Wanita Muda Diduga Menabrak Tiang di Rancamanyar

Data sementara menunjukkan korban yang terdampak mencapai 13 hingga 14 siswa, dan jumlah itu bisa bertambah karena masih ada beberapa siswa yang mulai mengeluhkan gejala ringan.

Pihak sekolah bersama tenaga medis setempat kini tengah melakukan pendataan ulang terhadap seluruh peserta program MBG yang menerima jatah makan pada hari kejadian.

Kasus ini menambah panjang daftar insiden keracunan yang terjadi di wilayah Bandung Barat sejak program Makan Bergizi Gratis digulirkan.

Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat setidaknya delapan klaster keracunan terjadi di sejumlah kecamatan seperti Cipongkor, Cihampelas, Cisarua, Padalarang, dan Lembang.

Kejadian serupa menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa, terutama terkait dengan kebersihan dan kualitas bahan makanan yang digunakan dalam program tersebut.

Baca Juga:  Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail Tinjau Lokasi Longsor Nanggerang Cililin dan Fokuskan Pemulihan Akses Warga

Sejumlah warga menilai bahwa perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksana program MBG di tingkat penyedia maupun penyalur makanan.***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.