KoranBandung.co.id – Insiden tenggelamnya seorang anak di kawasan Margaasih kembali menegaskan pentingnya standar keselamatan pada area proyek.
Peristiwa ini menjadi sorotan warga yang khawatir terhadap maraknya lokasi galian terbuka tanpa pengamanan memadai.
Temuan korban pada Selasa malam menjadi penutup dari upaya pencarian intensif yang dilakukan tim gabungan dari berbagai instansi.
Korban berinisial MZA, bocah berusia delapan tahun, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB setelah operasi pencarian dilakukan secara marathon sejak laporan pertama diterima.
Kejadian nahas itu berawal saat MZA bermain bersama rekannya, G, di area proyek yang menyisakan kubangan air cukup dalam dan berlumpur.
Area tersebut merupakan lokasi galian yang belum diberi pembatas, sehingga dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak setempat yang kerap menjadikannya ruang bermain.
Menurut penuturan warga, MZA terpeleset ketika berada terlalu dekat dengan tepian kubangan dan langsung tenggelam karena tidak bisa berenang.
Rekan bermainnya yang menyaksikan momen itu berlari menuju rumah korban untuk memberi tahu orang tua bahwa MZA tidak muncul kembali ke permukaan.
Warga yang bergegas menuju lokasi berupaya melakukan pencarian awal, namun kondisi kubangan yang dalam, licin, dan penuh lumpur menyulitkan proses pertolongan.
Situasi itu membuat keluarga dan warga tak mampu melakukan penyelaman manual sehingga membutuhkan bantuan tim penyelamat profesional.
Tidak lama setelah laporan masuk, regu penyelamat dari Damkar Kabupaten Bandung tiba di lokasi dengan membawa peralatan untuk pengurasan air dan pencarian darurat.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena dasar kubangan bertekstur lumpur tebal sehingga visibilitas dan pergerakan petugas sangat terbatas.
Pihak kepolisian dari Polres Cimahi langsung menangani kasus ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap pihak proyek untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian.
Petugas juga memberikan imbauan tegas agar area proyek yang memiliki potensi risiko, terutama galian berisi air, diwajibkan memasang pembatas yang kuat dan tanda peringatan.***









