Bocah Usia Empat Tahun Meninggal di RSUD Ujung Berung, Pihak RS Merasa Janggal

Bocah Usia Empat Tahun Meninggal di RSUD Ujung Berung, Pihak RS Merasa Janggal

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Tragedi meninggalnya seorang anak di Garut kembali menggugah kesadaran publik mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak dalam lingkungan keluarga.

Kasus yang menimpa bocah bernama Raditya Allbyan Fauzan ini menyisakan banyak tanda tanya yang kini tengah menunggu perhatian serius dari pihak berwenang.

Publik mendesak agar penegakan hukum berjalan transparan dan tuntas demi mencegah kekerasan serupa terulang pada anak-anak lain di Indonesia.

Raditya Allbyan Fauzan, bocah berusia empat tahun asal Kampung Baeud RT 05 RW 05 Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut, dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu pagi, 22 November 2025, di RSUD Ujung Berung.

Kabar duka ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga serta masyarakat yang mengetahui kondisi terakhir almarhum.

Baca Juga:  Percobaan Pencurian Alat Penguat Sinyal dan Aksi Nekat Panjat Tower 50 Meter di Cangkuang Bandung

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa anak malang tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit sehari sebelumnya, yakni pada Jumat, namun nyawanya tidak berhasil terselamatkan.

Kondisi tubuh Raditya saat diperiksa tim medis disebut penuh kejanggalan yang memunculkan dugaan kuat adanya unsur kekerasan.

Luka lebam ditemukan di sejumlah bagian tubuhnya sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab sebenarnya dari cedera tersebut.

Selain itu, terdapat luka bakar di area dada yang diduga kuat sebagai bekas setrika yang menempel pada kulit mungilnya.

Tim medis juga mengungkap adanya retak pada tulang tengkorak yang menandakan adanya benturan keras sebelum korban mengembuskan napas terakhir.

Patah pada tulang dada semakin memperjelas bahwa apa yang dialami korban bukanlah kecelakaan biasa yang dapat diterima secara logis.

Baca Juga:  Insiden Pemukulan di Gatot Subroto Bandung, Korban Dievakuasi ke RS Muhammadiyah

Penjelasan yang diterima ibu kandung korban tentang kejadian “jatuh di kamar mandi” seolah terbantahkan oleh fakta medis yang jauh lebih mengerikan.

Ibu kandung Raditya yang menerima kabar bahwa anaknya jatuh pun langsung membawa putranya ke RSUD Ujung Berung untuk mendapatkan perawatan.

Ketika dokter menemukan kondisi yang tidak wajar pada tubuh korban, pihak keluarga memilih untuk melakukan visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Salah satu warga turut memberikan informasi tambahan bahwa Raditya diduga tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya sebelum kejadian memilukan ini terjadi.

Masyarakat berharap kasus ini tidak berhenti hanya sebagai catatan kelam tanpa penanganan tegas dari aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Kecelakaan Motor di Rajawali Timur Bandung, Korban Dibawa ke RS Cibabat

Tuntutan terhadap keterlibatan lembaga resmi seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak menguat seiring meningkatnya respons publik atas kasus ini.***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.