KoranBandung.co.id – Insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan Stadion GBLA menarik perhatian warga pada Rabu siang (19/11/2025).
Petugas penyelamatan bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan darurat.
Layanan Emergency Call 113 mencatat respons hanya dalam waktu enam menit dari laporan masuk hingga tim tiba di tempat kejadian.
Kecelakaan tragis itu terjadi di Jalan Ali bin Abi Thalib, tepatnya di area gerbang biru Stadion GBLA, Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.
Insiden ini melibatkan sebuah mobil yang tanpa sengaja menabrak serta menyeret seorang pengendara motor hingga menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa berlangsung cepat dan sempat membuat warga sekitar panik karena kondisi korban terjepit di bawah kendaraan.
Tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Timur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung menerima laporan pada pukul 11.29 WIB sebelum segera diberangkatkan satu menit kemudian.
Setibanya di lokasi pada pukul 11.35 WIB, petugas langsung melakukan tindakan evakuasi dengan prosedur penyelamatan standar sesuai situasi kecelakaan lalu lintas fatal.
Informasi awal yang dihimpun dari saksi mata mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula ketika sebuah mobil hendak melakukan putar balik dari arah kawasan SOR GBLA.
Pengemudi diduga tidak sengaja menginjak pedal gas lebih dalam dari yang seharusnya sehingga mobil melesat mendadak.
Akibatnya, motor yang dikendarai korban tersambar dan terseret beberapa meter hingga pengendara terjatuh dan terjepit di bawah bodi kendaraan.
Saksi di lokasi menggambarkan suasana yang sempat kacau karena warga berusaha memberikan pertolongan awal sambil menunggu tim penyelamat.
Upaya warga untuk menolong korban tidak membuahkan hasil maksimal karena posisi korban yang terjepit cukup dalam dan membutuhkan perlengkapan khusus untuk evakuasi aman.
Sesaat setelah tiba di lokasi, petugas Damkar langsung melakukan penilaian cepat terhadap kondisi korban dan kendaraan yang menimpanya.
Proses evakuasi dilakukan dengan teknik pengangkatan terukur untuk mencegah pergeseran struktur kendaraan yang dapat memperparah kondisi tubuh korban.
Petugas juga memastikan area sekitar aman dari potensi bahaya tambahan, seperti kebocoran bahan bakar ataupun kerumunan warga yang menghambat proses penyelamatan.
Setelah korban berhasil dievakuasi dari bawah kendaraan, tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi vital sebelum penanganan berikutnya dilakukan.
Korban diketahui bernama Maman Abdurrohman, seorang pria berusia sekitar 36 tahun yang menjadi satu-satunya korban dalam insiden ini.
Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia di tempat atau status MD, sehingga penanganan diarahkan pada prosedur pascakecelakaan.
Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans BAT menuju RS Hasan Sadikin Bandung, khususnya ke bagian forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur identifikasi.***









