KoranBandung.co.id – Sebuah kecelakaan tragis di depan Kawasan Tekstil Cigondewah (KTC) kembali membuka percakapan publik mengenai keselamatan jalan di wilayah Bandung Kulon.
Peristiwa ini melibatkan sebuah Toyota Fortuner dan motor Honda Scoopy yang melintas dari arah berlawanan.
Kejadian pada Senin (17/11/2025) pukul 18.39 WIB tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai kondisi jalan dan faktor kelalaian pengemudi.
Rekaman CCTV di sekitar lokasi menjadi salah satu sumber awal yang menggambarkan bagaimana kecelakaan itu terjadi.
Cuplikan video tersebut memperlihatkan Fortuner melintas dengan kondisi yang terlihat tidak stabil tepat setelah melewati tumpukan tanah sisa galian proyek yang berada di sisi jalan.
Pergerakan kendaraan yang tidak terkendali itu memunculkan dugaan bahwa kontur tanah yang tidak rata menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jalur mobil.
Pengendara Fortuner tampak berusaha menjaga keseimbangan arah mobil namun kehilangan kendali dalam hitungan detik.
Mobil kemudian bergerak ke jalur berlawanan dan menabrak sebuah motor Honda Scoopy yang ditunggangi pasangan suami-istri.
Dampak benturan terlihat sangat kuat hingga motor terpental dan menghantam tiang serta pagar yang berada di belakangnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya energi tumbukan yang berujung fatal bagi pengendara motor.
Menurut keterangan dari warga yang menyaksikan kejadian, pasangan tersebut sempat berupaya menghindari benturan tetapi ruang manuver mereka sangat terbatas.
Sang wanita yang duduk sebagai pembonceng mengalami benturan keras pada bagian tubuh setelah terbawa laju motor yang terpental ke arah tiang.
Korban perempuan tersebut dilaporkan meninggal di lokasi akibat luka parah yang tidak dapat tertolong.
Sementara itu, pengendara motor yang merupakan pasangannya mengalami luka berat yang membuatnya harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kabar terbaru, pengendara (pria) motor disebut hanya mengalami luka dan tidak sampai meninggal dunia.
Adapun, yang meninggal dunia hanya yang diboncengnya dan meninggal dunia dalam perawatan.
Rekaman CCTV juga memperlihatkan kondisi seseorang yang diduga tertabrak dan tubuh bagian pinggangnya menghantam tiang di pinggir jalan.
Adegan itu memunculkan reaksi warganet yang merasa ngeri melihat betapa kerasnya benturan yang terjadi.
Potongan video yang kemudian tersebar luas di media sosial menambah tekanan publik untuk meminta penanganan lebih serius terhadap kondisi infrastruktur sekitar lokasi kejadian.
Pihak kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti awal dan mengambil keterangan saksi.
Petugas juga melakukan pengukuran posisi kendaraan, jarak benturan, serta titik awal Fortuner mulai kehilangan kendali.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian pengemudi atau faktor eksternal seperti kondisi jalan yang berkontribusi pada kecelakaan.
Salah satu penyebab yang menjadi sorotan adalah keberadaan tumpukan tanah bekas galian proyek di sisi jalan yang diduga tidak dirapikan atau diberi pembatas yang memadai.
Pengendara Fortuner terlihat memilih melintas di atas gundukan tanah tersebut meski belum diketahui apa alasan di balik keputusan itu.***









