Adu Banteng Angkot dan Truk di Jembatan Sasak Rajamandala, Ada Korban Meninggal dan Lalu Lintas Macet Total
Dokumentasi warga di lapangan.

Dugaan Penyebab Tabrakan Maut di Jembatan Rajamandala Bandung Barat, Polisi Sebut Angkot Terlalu Ke Kanan

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Kecelakaan maut antara truk Hino Fuso dan angkutan kota jenis Daihatsu Grandmax di perbatasan Bandung Barat–Cianjur pada Selasa malam (25/11/2025) kembali menambah daftar panjang tragedi jalan raya di jalur utama penghubung dua kabupaten tersebut.

Insiden fatal ini terjadi di kawasan Sasak Rajamandala, sebuah titik rawan yang kerap menjadi perhatian karena kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan.

Benturan keras yang terjadi tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat yang menyaksikan proses evakuasi di lokasi kejadian.

Kecelakaan bermula ketika angkot Daihatsu Grandmax bernomor polisi D-1984-UZ melaju dari arah Cianjur menuju Bandung dengan kecepatan cukup tinggi.

Di waktu yang hampir bersamaan, truk Hino Fuso bernomor polisi D-9853-UB datang dari arah berlawanan yakni Bandung menuju Cianjur.

Baca Juga:  Kecelakaan di Sipon Ciranjang Cianjur Diduga Libatkan Motor dan Truk

Menurut informasi yang dihimpun dari petugas di lapangan, angkot yang dikemudikan seorang pria berinisial D itu diduga melaju tidak stabil sebelum akhirnya kehilangan kendali.

Angkot kemudian terlalu memakan jalur hingga menabrak bagian kanan truk besar tersebut, membuat bodi kendaraan kecil itu terpental keras ke pembatas jembatan.

Benturan hebat membuat bagian depan angkot ringsek total, kaca pecah berhamburan, dan sebagian penumpang terlempar keluar dari kendaraan.

Saat petugas dan warga mendekat, kondisi para korban terlihat memilukan dengan beberapa di antaranya tergeletak tak bergerak di sisi badan jalan.

Tiga orang dinyatakan meninggal dunia seketika akibat insiden itu, yakni pengemudi angkot D serta dua penumpangnya masing-masing berinisial R (25) dan Z (31).

Sementara tiga penumpang lainnya bernama M (18), F, dan S mengalami luka berat dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga:  Sejarah Tol Rajamandala Cipatat Kabupaten Bandung Barat, Jejak Jalan Tol Pertama di Indonesia yang Terlupakan

Seluruh korban baik yang meninggal maupun luka-luka disalurkan ke RSUD Cianjur untuk penanganan lebih lanjut serta proses identifikasi resmi.

Tim gabungan dari Polsek Cipatat, Polres Cimahi, dan Polres Cianjur turun langsung melakukan evakuasi dan pengalihan arus lalu lintas.

Proses penanganan berlangsung cukup lama karena badan angkot dalam keadaan remuk dan memerlukan pemotongan bagian kendaraan agar korban dapat dievakuasi.

Petugas terpaksa menutup akses jalan utama selama evakuasi berlangsung sehingga menyebabkan antrean panjang kendaraan di dua sisi jalur.

Selain faktor penerangan jalan, dugaan kelalaian juga mengemuka karena kendaraan kecil tersebut dinilai melaju terlalu jauh ke sisi kanan jalur.

Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait kemungkinan faktor lain seperti faktor kesadaraan pengemudi.

Baca Juga:  Korban Luka di Wajah dalam Kecelakaan Motor di Jalan Nasional III Gumuruh Bandung

Kapolsek Bojongpicung IPTU Muchtaromi menyampaikan bahwa penanganan lanjutan akan melibatkan pemeriksaan saksi dan olah TKP detail untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.