Inilah Kisah Pembobolan Kripto Senilai Rp667 Miliar oleh Peretas Asal Bandung

Gegerkan Dunia! Inilah Kisah Pembobolan Kripto Senilai Rp667 Miliar oleh Peretas Asal Bandung

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Taktik Siber Meretas Platform Kripto Global: Kisah Pembobolan Rp667 Miliar oleh Peretas Bandung

Kegiatan pembobolan platform aset kripto internasional oleh seorang warga negara Indonesia kembali menyoroti isu krusial mengenai integritas sistem keamanan siber global.

Kasus ini menjadi peringatan keras tentang betapa rentannya sistem keuangan digital terhadap serangan kejahatan siber yang semakin canggih dan terorganisasi.

Insiden tersebut sekaligus menggarisbawahi urgensi kolaborasi lintas negara dan sektor dalam menanggulangi ancaman siber yang melampaui batas yurisdiksi.

Pembobolan Senyap dan Kerugian Fantastis

Seorang pria berinisial HS yang berasal dari Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini diamankan oleh aparat siber Indonesia setelah dituduh terlibat dalam aksi peretasan masif terhadap sebuah platform pertukaran aset kripto yang berbasis di London.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Terjang Soreang, 13 Bangunan Rusak dan 3 Warga Luka

Penangkapan terhadap HS ini merupakan tindak lanjut dari laporan resmi yang dilayangkan oleh perusahaan kripto tersebut.

Pihak perusahaan asing itu melaporkan adanya serangkaian aktivitas transaksi yang tidak wajar dan mencurigakan pada sistem internal mereka.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim investigasi, terungkap bahwa HS diduga kuat telah memanfaatkan kelemahan teknis yang terdapat pada mekanisme deposit platform.

Modus operandi yang dilakukan oleh HS terbilang cerdik dan terencana dengan matang.

Baca Juga:  Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Sukatani Ngamprah Ditutup Usai Dugaan Keracunan Massal

Pelaku ditengarai mampu menemukan sebuah celah kritis pada proses sistem deposit dana digital.

Celah itu memungkinkan pelaku untuk menyuntikkan saldo digital ke akunnya tanpa harus benar-benar mengirimkan dana riil.

Secara teknis, HS berhasil memanipulasi kolom input nominal deposit sehingga sistem secara otomatis mengkonversi angka yang dimasukkan menjadi satuan mata uang kripto Tether (USDT).

Penggunaan USDT dalam aksi kejahatan ini menunjukkan pemahaman mendalam pelaku tentang likuiditas dan nilai stabil yang dimiliki oleh stablecoin tersebut dalam ekosistem kripto.

Baca Juga:  Banjir Kembali Genangi Jalan Raya Cimareme-Batujajar, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Manipulasi Data dan Keuntungan Instan

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.