KoranBandung.co.id – Kebakaran sebuah gudang elektronik di kawasan Cikutra, Kota Bandung menimbulkan kepanikan warga pada Minggu pagi.
Insiden terjadi tidak jauh dari lingkungan akademik Institut Teknologi Nasional (Itenas) yang menjadi patokan lokasi kejadian.
Tim penanganan darurat lintas instansi merespons cepat laporan warga untuk memastikan kobaran api tidak meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Laporan kebakaran diterima oleh layanan kedaruratan pada Minggu, 23 November 2025 sekitar pukul 11.17 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah gudang penyimpanan perangkat elektronik yang berlokasi di Jalan Khp Hasan Mustopa, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari data pelaporan resmi, kebakaran diduga dipicu oleh adanya korsleting listrik pada instalasi bangunan gudang tersebut.
Tim 112 Kota Bandung yang menerima laporan langsung melakukan validasi dan memastikan titik lokasi insiden sebelum meneruskan koordinasi dengan instansi terkait.
Nama pelapor tercatat sebagai seorang pria bernama Bapak T yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Selang satu menit setelah laporan masuk tepat pada pukul 11.18 WIB, data kejadian telah dipastikan valid sehingga proses penanganan dapat segera dilanjutkan.
Koordinasi dilakukan dengan cepat oleh Damkarmatan Kota Bandung, PLN Kota Bandung, serta PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk menurunkan tim sesuai tugas masing-masing.
Catatan respons menunjukkan bahwa petugas tiba di lokasi pada pukul 11.35 WIB dan langsung melakukan observasi atas kondisi lapangan.
Petugas PLN kemudian melakukan pengecekan jaringan listrik pada pukul 11.45 WIB untuk memastikan sumber api tidak lagi terhubung dengan aliran listrik aktif.
Upaya tersebut penting dilakukan karena dugaan awal kebakaran berasal dari hubungan arus pendek yang dapat menimbulkan api baru jika tidak segera dinonaktifkan.
Tidak berselang lama, tepat pukul 11.46 WIB, unit pemadam kebakaran tiba dan segera melakukan upaya pemadaman secara menyeluruh di area gudang.
Dengan peralatan yang memadai dan penanganan yang terkoordinasi, api berhasil dilokalisir sebelum merembet ke bangunan di sekitarnya.
Warga sekitar sempat keluar rumah untuk menghindari kemungkinan dampak lanjutan karena lokasi gudang berdekatan dengan pemukiman padat dan fasilitas pendidikan.
Situasi semakin terkendali setelah petugas damkar memastikan bahwa api telah padam dan tidak ada titik bara yang berpotensi menyala kembali.***









