Hujan dan Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Cirengot Mekarjaya Cikalongwetan
Kerusakan atap rumah warga di Cirengot Mekarjaya usai hujan dan angin kencang, foto oleh warga setempat.

Hujan dan Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Cirengot Mekarjaya Cikalongwetan

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Bandung Barat dan menimbulkan kerusakan pada permukiman warga.

Kondisi tersebut semakin menguatkan kekhawatiran masyarakat mengenai perubahan cuaca yang tidak menentu sepanjang November.

Peristiwa terbaru yang terjadi pada Rabu sore menjadi contoh nyata bagaimana intensitas hujan dan angin kencang dapat berdampak langsung pada keamanan hunian warga.

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan Cirengot, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan, pada Rabu 19 November 2025 sekitar pukul 15.00 WIB menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah warga.

Pemilik rumah memperlihatkan kondisi bangunan yang terdampak usai cuaca buruk menerjang, di mana bagian atap mengalami kerusakan akibat asbes tersapu angin yang datang tiba-tiba.

Baca Juga:  Lakalantas Maut di Depan Pom Bensin Warung Jati, Cikalongwetan, Pengendara Motor Meninggal Dunia Setelah Tabrak Truk

Selain kerusakan pada atap, air hujan yang turun dalam intensitas tinggi turut masuk ke bagian dalam rumah sehingga menyebabkan banjir ringan yang membuat sejumlah barang rumah tangga harus dipindahkan.

Kejadian ini menambah daftar insiden akibat cuaca ekstrem yang terjadi selama dua hari berturut-turut di wilayah Bandung Barat.

Sehari sebelumnya pada Selasa 18 November 2025, wilayah Padalarang dan Ngamprah juga dilaporkan mengalami hujan deras yang disertai angin kencang.

Sejumlah warga di kawasan Cihaliwung Padalarang bahkan mengalami kerusakan pada bagian atap rumah, dengan beberapa lembar asbes terlepas akibat kencangnya hembusan angin.

Baca Juga:  3 Jam Sejak Kejadian, Salah Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan di Minimarket Cimaung Berhasil Ditangkap

Warga melaporkan bahwa angin bergerak cepat dan datang tanpa tanda-tanda yang jelas sehingga menyulitkan mereka untuk mengantisipasi potensi kerusakan.

Beberapa warga yang memeriksa kondisi rumah setelah kejadian menemukan serpihan atap berserakan di halaman dan bagian pekarangan rumah.

Cuaca ekstrem dalam dua hari terakhir disebut warga sebagai yang cukup jarang terjadi dengan intensitas angin lebih kuat dari biasanya.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat akan potensi cuaca buruk susulan, terutama mengingat wilayah Bandung Barat kerap menjadi salah satu area yang terdampak fenomena cuaca tidak stabil pada musim penghujan.***

Baca Juga:  Truk Terguling di Margaluyu Cipatat, Begini Dugaan Kronologi dan Kondisi Sopir
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.