KoranBandung.co.id – Insiden kekerasan terhadap pengguna jalan kembali mencuat di kawasan Lembang dan menimbulkan kekhawatiran baru bagi masyarakat.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut menjadi sorotan karena melibatkan lebih dari satu korban dalam waktu yang berdekatan.
Situasi ini menghadirkan urgensi bagi aparat untuk meningkatkan pengawasan di jalur yang kerap sepi pada malam hari.
Kejadian bermula pada Minggu, 16 November 2025, sekitar pukul 00.57 WIB ketika seorang pengemudi mobil sedang dalam perjalanan pulang usai menghadiri sebuah acara di kawasan Lembang.
Pengemudi melintas di Jl. Kolonel Masturi yang saat itu berada dalam kondisi minim penerangan dan relatif lengang.
Dalam situasi yang sunyi tersebut, muncul sekelompok pengendara motor dari arah berlawanan yang kemudian melakukan serangan mendadak terhadap kendaraan yang melintas.
Pengendara motor yang tidak dikenal itu menghampiri mobil secara agresif dan langsung merusak bagian bodi kendaraan menggunakan sebuah balok kayu.
Serangan dilakukan secara tiba-tiba sehingga pengemudi tidak sempat menghindar dan hanya bisa mencoba mempertahankan kendali kendaraan.
Aksi tersebut berlangsung cepat namun meninggalkan kerusakan signifikan pada sisi luar mobil.
Detik-detik kejadian terekam kamera dashcam yang terpasang di dalam kendaraan sehingga memberikan gambaran jelas mengenai kronologi insiden.
Meski demikian, minimnya pencahayaan di sekitar lokasi membuat wajah pelaku tidak terekam dengan jelas.
Rekaman tersebut tetap menjadi bukti penting yang dapat mendukung proses pelaporan dan penyelidikan aparat.
Informasi dari lokasi kejadian menunjukkan bahwa insiden serupa dialami oleh sedikitnya empat mobil lain pada waktu yang hampir bersamaan.
Selain itu, beberapa pengendara motor juga dilaporkan menjadi korban serangan kelompok yang diduga sama.
Pola kejadian yang berulang dalam satu rentang waktu mengarah pada dugaan kuat bahwa pelaku melakukan aksinya secara acak.
Aksi penyerangan acak semacam ini meningkatkan kekhawatiran publik, terutama bagi pengguna jalan yang melintasi rute tersebut pada malam hari.
Situasi jalan yang gelap dan sepi menjadi faktor yang memungkinkan pelaku melakukan tindakan berbahaya tanpa hambatan.
Kondisi tersebut memicu kebutuhan untuk meningkatkan penerangan dan pengawasan di beberapa titik rawan.***









