Koranbandung.co.id – Kebakaran yang melanda sebuah gudang kosmetik di kawasan Bandung Kulon pada Selasa dini hari memunculkan respons cepat dari sejumlah instansi penanganan darurat Kota Bandung.
Insiden ini terjadi di salah satu sentra industri di jalur utama Bandung sehingga menimbulkan perhatian serius dari otoritas setempat.
Laporan awal mengenai kejadian tersebut diterima oleh layanan kedaruratan kota hanya dalam hitungan detik setelah api pertama kali terlihat oleh saksi.
Kebakaran yang terjadi di gudang milik PT Panti Kosmetika Baru di Jl. Sukarno Hatta, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, berlangsung pada waktu sebagian besar warga masih terlelap sehingga membuat proses penanganan sangat mengandalkan kesiapsiagaan tim darurat yang berjaga.
Menurut data resmi yang diterima, laporan awal masuk ke layanan 112 pada pukul 02.39 WIB dari seorang pelapor yang menginformasikan adanya api di area gudang.
Petugas 112 segera melakukan validasi hanya dalam waktu satu menit guna memastikan keakuratan laporan sebelum dilakukan eskalasi ke dinas terkait.
Validasi cepat tersebut menjadi langkah penting karena memungkinkan aktivasi tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPMKP) Kota Bandung serta koordinasi langsung dengan PLN untuk mengamankan aliran listrik.
Tim UPT Barat dari DPMKP Kota Bandung dilaporkan sudah bergerak menuju lokasi pada pukul 02.41 WIB sebagai bagian dari respons awal yang menjadi standar operasional mereka.
Informasi lanjutan dari pelapor menyebutkan bahwa hanya tiga menit setelah koordinasi pertama dilakukan, petugas pemadam sudah tiba di lokasi dan langsung memulai proses penanganan api.
Respons tersebut sejalan dengan laporan internal DPMKP yang mencatat bahwa laporan diterima oleh mereka pada pukul 02.34 WIB, dan kendaraan pemadam diberangkatkan empat menit kemudian.
Tim pemadam tiba di lokasi kebakaran pada pukul 02.42 WIB dengan mencatat waktu respons delapan menit, yang tergolong cepat untuk kejadian di kawasan industri padat.
Menurut keterangan seorang petugas keamanan pabrik bernama Asep yang berjaga saat kejadian, api pertama kali terlihat di ruang penyimpanan produk kosmetik.
Petugas keamanan tersebut menyebut bahwa api awalnya tampak kecil namun dengan cepat membesar karena material di dalam gudang didominasi bahan mudah terbakar.









