KoranBandung.co.id – Kebakaran hebat melanda deretan jongko kayu di Jalan Terusan Pasirkoja, Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung pada Selasa malam, 11 November 2025.
Peristiwa tersebut membuat langit kawasan Pasirkoja berubah merah akibat kobaran api yang membakar hingga 15 jongko kayu di sepanjang jalan.
Menurut laporan resmi Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPMKP) Kota Bandung, kebakaran pertama kali dilaporkan pukul 18.57 WIB oleh seorang warga bernama Asep.
Laporan itu diteruskan ke DPMKP, PSC Dinas Kesehatan, BKO Polrestabes, serta PLN Kota Bandung untuk dilakukan koordinasi lintas instansi.
Tim 112 yang menerima laporan langsung melakukan validasi dan berkoordinasi dengan unit terkait, memastikan seluruh jalur penanganan darurat diaktifkan dalam waktu kurang dari dua menit setelah laporan masuk.
Hanya berselang enam menit, pantauan dari kamera ATCS Dishub menunjukkan kobaran api sudah membumbung tinggi di antara deretan jongko kayu di lokasi kejadian.
Unit pemadam kebakaran dari UPT Selatan menjadi yang pertama tiba di lokasi sekitar pukul 19.05 WIB dan segera melakukan pemadaman dengan dibantu warga sekitar.
Tak lama berselang, tambahan armada dari UPT Barat dan Timur ikut bergabung memperkuat barisan penanganan api yang sudah menyambar ke sisi kiri dan kanan deretan jongko.
Menurut laporan lapangan, titik awal api diketahui berasal dari jongko milik seorang warga bernama Cepi.
Api diduga berasal dari korsleting listrik sebelum kemudian membesar dan merambat membakar kayu serta bahan mudah terbakar lainnya di sekitarnya.
Sebanyak 14 unit kendaraan pemadam diterjunkan untuk mengatasi kebakaran, terdiri dari delapan unit pancar, dua unit tangki, dua unit rescue, dan dua unit komando.
Selain itu, tim dari Satpol PP, Dishub, dan komunitas Edan Sepur turut membantu mengamankan area dan mengatur arus lalu lintas agar jalur evakuasi tetap terbuka.
Petugas PLN yang tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB langsung memutus aliran listrik di sekitar area kebakaran untuk mencegah percikan baru yang berpotensi memperluas kobaran api.
Sekitar pukul 21.51 WIB, petugas memastikan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.
Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka akibat tertusuk pecahan kaca dan langsung mendapatkan pertolongan oleh tim PSC 119 serta Puskesmas Sukahaji.
Proses pendinginan berlangsung hingga dini hari sekitar pukul 03.31 WIB sebelum seluruh tim penanganan kembali ke pos masing-masing.
Meski hasil awal penyelidikan mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab utama, muncul dugaan lain di kalangan warga mengenai kemungkinan sabotase terkait sengketa lahan yang sudah lama terjadi di kawasan tersebut.
Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan tersebut.***









