KoranBandung.co.id – Peristiwa tragis menimpa seorang pengendara motor yang menjadi korban pembegalan sekaligus penganiayaan di Jalan Pesantren, kawasan Arcamanik, Kota Bandung, pada Sabtu malam, 9 November 2025.
Insiden tersebut terjadi di dekat Lapas Sukamiskin, salah satu kawasan yang terlihat cukup sepi di pantauan CCTV.
Kejadian ini sontak mengundang keprihatinan publik karena korban yang tengah tertimpa musibah justru menjadi sasaran kekerasan tanpa ampun.
Dari pantauan CCTV, korban semula hanya sedang berusaha memperbaiki sepeda motornya yang mogok di pinggir jalan.
Di tengah upayanya memperbaiki kendaraan, tiba-tiba datang dua pria tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Tanpa banyak bicara, kedua pelaku langsung mendekati korban.
Korban sempat tidak menaruh curiga karena mengira keduanya akan menawarkan bantuan.
Namun situasi berubah cepat ketika salah satu pelaku justru hendak merampas ponsel korban.
Korban yang mencoba mempertahankan barang miliknya itu langsung mendapat serangan dari pelaku yang ternyata membawa senjata tajam.
Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh seperti pipi, leher, telinga, dan punggung.
Dalam video tersebut, terlihat pula ada pengendara motor lain yang melintas di lokasi kejadian.
Sayangnya, pengendara tersebut tampak enggan berhenti dan justru mempercepat laju motornya, kemungkinan karena takut menjadi korban berikutnya.
Rekaman itu pun viral di sejumlah grup WhatsApp warga sekitar dan platform media sosial, memicu kecaman dari netizen atas tindakan keji para pelaku.
Banyak yang menilai insiden ini menunjukkan masih lemahnya rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.***









