KoranBandung.co.id – Peristiwa tragis tenggelamnya seorang anak di area proyek perumahan di Kecamatan Margaasih kembali membuka sorotan terkait keamanan kawasan pembangunan yang tidak diawasi secara optimal.
Insiden tersebut memunculkan keprihatinan mendalam dari aparat setempat yang menilai perlindungan terhadap anak di lingkungan yang rawan bahaya masih perlu diperketat.
Kasus ini juga mendorong evaluasi terhadap standar keselamatan proyek konstruksi, terutama yang berdekatan dengan permukiman warga.
Polsek Margaasih bergerak cepat setelah menerima laporan penemuan jenazah seorang anak di kubangan air Proyek Garden City yang berlokasi di Desa Lagadar, Kabupaten Bandung.
Korban bernama Moch Zulfan Azhar Raihan yang baru berusia sembilan tahun ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah galian berisi air yang menjadi bagian dari pekerjaan kontruksi di kawasan perumahan tersebut.
Informasi awal menyebutkan bahwa korban sebelumnya bermain bersama temannya di sekitar lokasi sebelum akhirnya terpeleset dan jatuh ke dalam kubangan dengan kedalaman sekitar empat meter.
Aparat kepolisian segera mengoordinasikan langkah penanganan bersama petugas pemadam kebakaran dan tim SAR Kabupaten Bandung untuk proses pengurasan air guna memudahkan evakuasi tubuh korban.
Petugas gabungan bergerak menggunakan peralatan khusus untuk menurunkan debit air yang memenuhi kubangan sehingga tubuh korban dapat ditemukan dengan aman dan cepat.
Operasi tersebut berlangsung di bawah pengawasan langsung pihak kepolisian untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan dipenuhi selama proses evakuasi.
Kapolsek Margaasih, Kompol Bony Yuniar, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Cimahi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai musibah murni akibat tenggelam.***









