KoranBandung.co.id – Aksi perusakan mobil oleh sekelompok remaja meresahkan warga di kawasan wisata Lembang.
Peristiwa itu mengungkap tantangan keamanan jalan raya yang semakin pelik.
Masyarakat berharap penanganan hukum dapat memberikan efek jera bagi para pelaku.
Peristiwa perusakan sejumlah mobil di Jalan Raya Kolonel Masturi, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada Minggu malam 16 November 2025 menimbulkan kehebohan besar di kalangan pengguna jalan.
Polisi akhirnya mengamankan 12 orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengrusakan tersebut.
Dari jumlah itu, empat orang di antaranya tercatat masih di bawah umur sehingga menambah perhatian publik terhadap fenomena kenakalan remaja yang semakin berani dan membahayakan.
Aksi perusakan itu dilakukan dengan cara memukul bagian bodi mobil menggunakan balok kayu saat para pelaku berpapasan dengan kendaraan yang melintas.
Modus yang digunakan menunjukkan adanya unsur agresivitas spontan yang dapat mengakibatkan kerusakan materiil dan membahayakan keselamatan pengendara.
Kepolisian menyebut bahwa pemeriksaan terhadap para pelaku masih berlangsung untuk mengetahui latar belakang mereka.
Aparat belum dapat memastikan apakah kelompok tersebut memiliki keterkaitan dengan geng motor tertentu atau hanya sekadar bertindak tanpa perencanaan.
Penyelidikan dilakukan secara teliti mengingat beberapa keterangan muncul di media sosial yang menyebutkan bahwa rombongan bermotor itu melaju beriringan dari arah Cimahi menuju Lembang.
Korban yang melintas dari arah Lembang dikagetkan dengan aksi para remaja tersebut yang mengacungkan balok dan langsung memukul bodi kendaraan.
Akibat serangan mendadak itu, pengemudi sempat menepi karena khawatir situasi semakin tidak terkendali.
Korban hingga kini belum diketahui identitasnya secara lengkap sehingga proses hukum baru dapat berjalan setelah laporan diterima.
Polisi menyampaikan bahwa semakin cepat laporan dibuat maka semakin cepat pula langkah penindakan dapat dilakukan sesuai prosedur.
Aksi perusakan random seperti ini dapat memberi dampak psikologis bagi pengendara lain yang merasa takut melewati jalur tersebut.
Kejadian tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bahwa aksi serupa dapat terulang apabila tidak ditindak dengan tegas.***









