KoranBandung.co.id – Suasana dini hari di kawasan Terusan Jakarta Cicadas Antapani berubah dalam sekejap ketika patroli gabungan Polrestabes Bandung membubarkan gerombolan remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran bersenjata.
Pergerakan cepat petugas membuat situasi yang awalnya sunyi mendadak dipenuhi suara mesin motor yang kabur dan warga yang mulai keluar rumah.
Operasi yang berlangsung intens tersebut memunculkan kembali kekhawatiran publik atas meningkatnya aktivitas kelompok remaja yang terhubung dengan geng motor.
Peristiwa dimulai saat Tim Prabu Polrestabes Bandung melakukan patroli rutin dan menemukan sekumpulan remaja di pinggir jalan yang langsung melarikan diri ketika dihampiri aparat.
Gerakan panik mereka memperlihatkan upaya menyembunyikan sesuatu, bahkan beberapa terlihat sengaja membuang tongkat besi ke dalam selokan sebelum berpencar.
Temuan itu mendorong petugas melakukan pengejaran, hingga dua motor Honda Beat putih dan satu Yamaha Fazzio putih yang ditinggalkan begitu saja diamankan dari lokasi.
Tidak lama berselang, gelombang kedua remaja bermotor muncul dari arah Cicadas, sekitar 20 motor yang melaju menuju titik yang sama seolah menunjukkan adanya pergerakan terkoordinasi.
Petugas kembali melakukan tindakan cepat, mengejar dan memotong laju konvoi untuk mencegah mereka menyatu dalam kelompok besar yang berpotensi memicu bentrokan.
Lima remaja berikutnya berhasil ditangkap beserta dua motor lain, yaitu Honda Beat hitam dan Suzuki GSX yang diduga digunakan sebagai kendaraan mobilisasi.
Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kuat bahwa mereka terikat dengan geng motor Albatros, kelompok remaja yang beberapa kali disebut di balik aksi membawa senjata tajam dan memicu gangguan keamanan.
Di saat hampir bersamaan, laporan dari warga memperparah situasi dengan ditemukannya korban pembacokan berinisial RBA (22), seorang mahasiswa asal Cikarang.
Korban mengalami luka sabetan senjata tajam dan ditemukan tidak jauh dari lokasi patroli, menambah indikasi bahwa rangkaian kejadian dini hari itu saling berhubungan.
Beberapa warga sekitar mengaku melihat rombongan motor melintas cepat sebelum korban ditemukan, menguatkan dugaan keterkaitan pergerakan kelompok tersebut dengan insiden penganiayaan.
Hanya selang beberapa menit setelah laporan korban masuk, aparat kembali menemukan dua remaja lain di sekitar Terminal Antapani yang membawa sebilah pisau panjang.
Barang bukti itu langsung diamankan, sekaligus mempertegas dugaan bahwa individu-individu tersebut merupakan bagian dari jaringan remaja yang memiliki pola pergerakan serupa.
Dengan temuan tambahan ini, jumlah remaja yang diamankan meningkat menjadi 25 orang, mayoritas masih berstatus pelajar dari berbagai sekolah di Bandung.
Daftar nama yang terjaring antara lain FAM, ZH, A, FA, MG, FMN, FPR, F, ES, R, PNR, MAR, AA, R, MRF, VR, RYA, dan NAS, dengan seluruhnya dibawa ke Polrestabes Bandung untuk pemeriksaan lanjutan.***









