KoranBandung.co.id – Tragedi hilangnya dua pemancing di Pantai Cikeueus akhirnya mendapatkan titik akhir setelah proses pencarian tanpa henti dilakukan selama empat hari.
Penemuan kedua korban menutup rangkaian operasi SAR yang melibatkan banyak pihak dan menjadi perhatian masyarakat pesisir Sukabumi.
Peristiwa ini sekaligus kembali mengingatkan publik mengenai tingginya risiko aktivitas memancing di wilayah pantai selatan Jawa Barat yang terkenal dengan karakter ombaknya yang agresif.
Tim pencarian akhirnya mengakhiri upaya pencarian setelah jasad dua sahabat yang hilang sejak Minggu pagi tersebut berhasil ditemukan di dua lokasi berbeda.
Korban pertama, Deni Setiawan berusia 35 tahun, ditemukan pada Selasa, 18 November, dalam kondisi mengambang di area Pantai Cihurang, Ciemas, yang jaraknya cukup jauh dari lokasi awal kejadian.
Sementara itu, korban kedua, Ujang Agus berusia 40 tahun, ditemukan pada Rabu, 19 November, di perairan Pantai Cibakung, Lawang Jampang, Loji Simpenan, setelah terbawa arus kuat yang memindahkan tubuhnya hingga mencapai titik yang sulit dijangkau.
Keduanya dilaporkan hilang sejak Minggu pagi ketika ombak besar menerjang area Cikeueus yang saat itu sedang dipadati pemancing lokal.
Gelombang yang datang tiba-tiba menyeret keduanya ke tengah laut sebelum rekan-rekan mereka dapat memberikan pertolongan.
Informasi mengenai hilangnya dua warga tersebut langsung menggerakkan tim SAR gabungan untuk memulai operasi pencarian yang berlangsung maraton.
Selama empat hari penuh, tim SAR, nelayan, serta warga sekitar melakukan penyisiran darat dan laut secara simultan untuk memperluas area pencarian di sepanjang pantai selatan Sukabumi.
Lokasi penemuan kedua korban menggambarkan betapa kuatnya arus laut di kawasan tersebut yang sering kali membuat proses evakuasi menjadi sangat menantang.
Pencarian dilakukan dengan memanfaatkan perahu karet, perahu nelayan, serta pengamatan visual dari tebing pantai yang membentang panjang di wilayah Ciemas hingga Simpenan.
Cuaca yang tidak stabil serta gelombang tinggi yang kerap muncul secara tiba-tiba menjadi kendala utama bagi tim di lapangan.
Meski demikian, koordinasi di antara berbagai unsur SAR berjalan cukup efektif sehingga wilayah pencarian dapat diperluas secara bertahap setiap harinya.
Petugas di lapangan menggambarkan kondisi ombak dalam beberapa hari terakhir sebagai situasi yang tidak bersahabat bagi aktivitas memancing terbuka.
Warga yang ikut membantu pencarian turut menambahkan bahwa lokasi Cikeueus memang kerap menjadi titik rawan karena kontur dasar lautnya yang curam dan arus bawah yang kuat.
Penemuan korban pertama memberikan titik terang yang membantu tim memperkirakan jalur hanyut yang memungkinkan sehingga upaya pencarian korban kedua dapat lebih difokuskan.
Ketika korban kedua akhirnya ditemukan di wilayah yang lebih jauh dari titik awal, tim memastikan proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi arus yang masih fluktuatif.***









