KoranBandung.co.id – Kebakaran sebuah gudang di kawasan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, Kamis (20/11), memicu respons cepat dari sejumlah instansi terkait.
Insiden ini menggerakkan koordinasi terpadu antara Damkarmatan Kota Bandung, PLN Kota Bandung, dan PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Pelaporan awal yang masuk pada pukul 18.29 WIB menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan sistem tanggap darurat di wilayah perkotaan.
Peristiwa kebakaran ini bermula ketika Bapak Azriel sebagai pelapor menghubungi layanan darurat 112 untuk menyampaikan adanya kobaran api di sebuah gudang di Jl. Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon.
Petugas 112 melakukan validasi laporan dalam satu menit dan langsung menghubungkan kasus tersebut ke Damkarmatan Kota Bandung sebagai instansi utama penanganan kebakaran.
Respons cepat ini menunjukkan efektivitas mekanisme pelaporan berbasis sistem terpadu yang telah diimplementasikan Pemerintah Kota Bandung untuk mempercepat mitigasi risiko.
Tim Damkar Kota Bandung menerima laporan resmi pada pukul 18.31 WIB dan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman awal.
Dalam proses tersebut, petugas PSC 119 juga diarahkan menuju titik kejadian sebagai langkah antisifasi terhadap potensi korban yang membutuhkan bantuan medis.
Kehadiran tim medis menjadi bagian penting dalam setiap penanganan kebakaran karena risiko cedera akibat asap dan suhu tinggi harus diantisipasi sejak dini.
Pelapor memberikan informasi bahwa mobil pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 18.46 WIB, yang menandakan waktu respons Damkar cukup cepat dalam penanganan kasus kebakaran di wilayah padat aktivitas tersebut.
Lokasi gudang yang berada pada area perdagangan tekstil dan industri rumahan membuat respon kilat menjadi sangat krusial untuk mencegah api meluas ke bangunan lain.
Kondisi jalan kawasan Cigondewah yang kerap padat tidak menghalangi pergerakan petugas Damkar, sehingga pemadaman dapat dimulai segera setelah mereka tiba.
Pada pukul 18.54 WIB, petugas Damkar memberikan informasi perlunya dukungan dari PLN Kota Bandung untuk penanganan instalasi listrik di area yang terdampak.
Hal ini merupakan prosedur standar pada kebakaran bangunan agar pemadaman bisa dilakukan tanpa risiko sengatan listrik bagi petugas maupun warga.
Koordinasi dengan PLN dilakukan oleh petugas 112 dan laporan diterima pihak PLN pada pukul 18.55 WIB sehingga koordinasi lintas instansi berjalan relatif lancar.
Proses pemadaman berlangsung intensif hingga pukul 19.17 WIB ketika pelapor di lokasi menyampaikan bahwa kondisi api telah berhasil dikendalikan.
Petugas Damkar dinyatakan menyelesaikan pemadaman dan kembali ke markas setelah memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.
Sementara itu, tim PLN tiba di lokasi sekitar pukul 19.32 WIB untuk melakukan tindakan teknis terhadap instalasi dan jaringan listrik yang mungkin terdampak panas atau korsleting.***









