KoranBandung.co.id – Tim Prabu Lodaya Presisi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kota Bandung.
Pada Jumat malam, 7 November 2025, tim patroli berhasil menggagalkan rencana aksi keributan yang diduga akan terjadi di kawasan hukum Polsek Batununggal.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB, saat petugas melakukan patroli rutin dan menemukan sekelompok pemuda berkumpul secara mencurigakan di pinggir jalan.
Menurut laporan resmi yang diterima, para pemuda tersebut sempat menunjukkan gelagat tidak biasa ketika dihampiri petugas.
Tim Prabu Lodaya Presisi kemudian melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kelompok tersebut demi memastikan situasi aman dan kondusif.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kelompok ini mengaku hendak melakukan keributan di salah satu wilayah di Kota Bandung.
Petugas menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan tersebut.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain dua bilah senjata tajam jenis golok dan satu bilah samurai.
Senjata tersebut langsung diamankan petugas untuk menghindari potensi tindak kekerasan di lapangan.
Seluruh pemuda yang terlibat kemudian dibawa ke Polsek Batununggal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Keberhasilan tim Prabu Lodaya Presisi ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa keamanan kota tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada partisipasi aktif warga.
Kepolisian terus mengimbau agar masyarakat segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar kepada pihak berwajib.
Langkah cepat petugas dalam menggagalkan aksi tersebut juga menunjukkan efektivitas koordinasi antar-unit di lapangan.
Dengan penemuan senjata tajam tersebut, aparat menduga kelompok pemuda ini telah merencanakan aksi yang berpotensi menimbulkan gangguan serius terhadap ketertiban umum.
Meskipun motif pastinya masih dalam tahap penyelidikan, indikasi awal menunjukkan adanya niat untuk menimbulkan kekacauan di wilayah kota.
Kepolisian akan terus melakukan pemeriksaan intensif untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam rencana tersebut.***









