KoranBandung.co.id – Lemahnya sistem keamanan di fasilitas publik kembali menjadi sorotan setelah TPS3R milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat yang berada di Komplek Pemda dibobol maling pada Senin (17/11/2026) dini hari.
Insiden ini memunculkan kembali kekhawatiran masyarakat terhadap minimnya pengawasan pada fasilitas pemerintah yang seharusnya memiliki standar keamanan berlapis.
Peristiwa tersebut juga mengungkap potensi kerentanan di area yang selama ini diasumsikan aman karena berada di lingkungan pemerintahan.
Kejadian pencurian di TPS3R Saung Bersih itu terjadi pada situasi dini hari ketika aktivitas petugas sepenuhnya berhenti karena jam istirahat yang tidak terhindarkan.
Aksi pencurian dilakukan oleh pelaku yang memanfaatkan kondisi area yang sepi serta minimnya pengawasan kamera dan patroli sehingga membuat aksi berlangsung tanpa hambatan berarti.
Koordinator TPS3R Saung Bersih, Agus Hermawan, menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 02.40 WIB ketika para petugas tengah beristirahat pada ruang yang berada tidak jauh dari lokasi barang disimpan.
Ia menjelaskan bahwa momen tersebut sering menjadi titik rawan karena pelaku dapat memanfaatkan jeda waktu di mana tidak ada aktivitas fisik pada area kerja petugas.
Barang yang raib dalam kejadian tersebut mencakup dua unit telepon genggam yang biasa digunakan petugas untuk komunikasi operasional harian.
Selain itu, dua kunci cator milik staf hilang bersama tiga lembar STNK yang disimpan dalam wadah kerja di lokasi kejadian.
Pelaku juga mengambil kunci sepeda motor beserta kartu ATM dan kartu BPJS yang tersimpan di dalam dompet salah satu staf yang menjadi korban.
Dompet berisi kartu identitas dan sejumlah dokumen penting lainnya turut hilang sehingga menimbulkan dampak administrasi yang cukup menyulitkan bagi pemiliknya.
Tas berisi perlengkapan kerja staf turut digondol pelaku dan membuat proses operasional TPS3R terhambat sementara waktu karena beberapa alat pendukung tidak tersedia.
Agus menggambarkan bahwa area TPS3R yang berada di bagian belakang Komplek Pemda tersebut memang cenderung sepi pada malam hari sehingga jarang ada pergerakan atau aktivitas pengawasan langsung.
Kondisi itu menjadikan area tersebut titik yang rentan terhadap aksi pencurian karena minim penerangan serta jarak dari pos keamanan utama.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar kasus pencurian biasa tetapi juga sinyal penting tentang lemahnya sistem keamanan fasilitas publik yang membutuhkan evaluasi segera.***









