Viral di Bandung, Video Driver Ojol Diduga Dipukul Preman Angkot di Flyover Nurtanio Bandung Jadi Sorotan Publik
Driver ojol diduga jadi korban pemukulan preman angkot di Flyover, Bandung. (Sumber: TikTok/ucouldcomebackhome)

Viral di Bandung, Video Driver Ojol Diduga Dipukul Preman Angkot di Flyover Nurtanio Bandung Jadi Sorotan Publik

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Sebuah video viral dari akun TikTok ucouldcomebackhome memperlihatkan insiden dugaan pemukulan terhadap driver ojek online (ojol) di Flyover Nurtanio, kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Video tersebut memancing perhatian publik karena menunjukkan seorang driver ojol bersimbah darah namun tetap diam tanpa melakukan perlawanan.

Reaksi masyarakat bermunculan dengan cepat, menandai kekhawatiran terhadap keamanan pengendara jalan serta maraknya aksi premanisme.

Kehebohan dunia maya bermula setelah unggahan berdurasi kurang dari satu menit itu memperlihatkan situasi mencekam di tengah flyover yang ramai dilalui kendaraan.

Dalam tayangan tersebut terlihat seorang pria berseragam ojol duduk di pinggir jalan dengan kondisi wajah dan kepala yang dipenuhi merah akibat luka terbuka.

Baca Juga:  Tabrakan Motor di Flyover Cimindi Sebabkan Kemacetan Parah, Satu Korban Diduga Alami Luka Cukup Parah

Pengunggah video menegaskan bahwa korban disebut tidak melakukan kesalahan hingga memicu pertanyaan besar dari publik mengenai motif pelaku.

Warga yang menyaksikan kejadian itu terdengar panik dan beberapa terlihat mencoba membantu korban meskipun situasi tampak tegang.

Respons netizen meluas setelah video tersebut menyentuh perasaan banyak orang karena sikap korban yang memilih berdiam diri dan tidak membalas meski mendapat perlakuan kasar.

Ribuan komentar memenuhi kolom unggahan dengan nada prihatin dan marah terhadap tindakan kekerasan yang tidak semestinya terjadi di ruang publik.

Baca Juga:  Kecelakaan di Sipon Ciranjang Cianjur Diduga Libatkan Motor dan Truk

Tak sedikit warganet menyampaikan empati, mendoakan keselamatan korban, serta mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan cepat.

Fenomena ini kembali memperlihatkan betapa internet mampu menjadi medium penyebaran informasi yang memantik reaksi luas dalam waktu singkat.

Insiden tersebut memunculkan diskusi baru mengenai keamanan wilayah transportasi umum dan potensi gesekan antar profesi pengemudi jalanan.

Sebagian publik menilai bahwa peristiwa ini mencerminkan masalah klasik terkait keberadaan preman angkot yang dianggap masih menjadi momok bagi sejumlah pengendara.***

Baca Juga:  Update Kecelakaan Tunggal di Jalan Tania Baloper Padalarang, 2 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.