KoranBandung.co.id – Keresahan mulai tumbuh di tengah warga Bandung ketika rangkaian pencurian komponen Penerangan Jalan Umum (PJU) terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Aduan masyarakat muncul dari berbagai wilayah yang mengeluhkan jalan kembali gelap dan menimbulkan rasa tidak aman saat beraktivitas malam.
Situasi ini menjelma menjadi isu yang terus dibicarakan publik, terutama karena pencurian terjadi secara berulang dan menyasar lokasi-lokasi yang sebelumnya aman.
Fenomena ini bukan sekadar kriminalitas biasa, tetapi ancaman terhadap fasilitas publik yang berpengaruh langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga.
Masyarakat melaporkan beberapa ruas jalan di Bandung kembali gelap setelah komponen PJU seperti kabel hingga panel kontrol hilang dicuri.
Warga pun merasa mobilitas mereka terganggu karena beberapa titik kini minim penerangan dan rawan tindak kejahatan lain.
Dalam situasi ini, kehadiran PJU bukan hanya soal penerangan, tetapi juga bagian dari ekosistem keamanan kota yang sudah direncanakan sebagai penunjang aktivitas publik.
Pemerintah Kota Bandung menyadari bahwa pencurian yang semakin marak ini tidak bisa dibiarkan tanpa tindakan tegas.
Menjawab kegelisahan warga, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Pemkot bergerak cepat untuk menangani keluhan tersebut.
Ia menilai keamanan PJU harus mulai diperhatikan bukan hanya pada tahap pemasangan, tetapi juga pada pemeliharaan dan monitoring rutin.
Farhan menyampaikan bahwa kini seluruh wilayah mulai dari kelurahan hingga kecamatan diminta ikut aktif mengawasi titik-titik rawan pencurian.
Instruksi ini diberikan untuk memperkuat rantai pengawasan di lapangan agar aksi pencopetan komponen PJU tidak kembali berulang.
Pengawasan wilayah dianggap strategis karena pencurian dilakukan dengan pola yang terstruktur dan kemungkinan melibatkan pelaku yang memahami teknologi instalasi listrik.
Pemerintah pun tidak hanya mengandalkan pengamanan pasif, tetapi mulai menyiapkan langkah operasional preventif.
Farhan mencontohkan bahwa pengecekan berkala kini diprioritaskan untuk mendeteksi lebih awal bila ada komponen yang hilang.
Upaya ini dinilai penting karena semakin cepat kerusakan atau kehilangan ditemukan, semakin mudah pula proses penindakan dilakukan.
Pemkot Bandung juga mengonfirmasi bahwa kasus pencurian sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Farhan berharap pelaku pencurian segera ditangkap mengingat kemampuan mereka mengakses komponen vital PJU menunjukkan tingkat keahlian khusus.
Ia menilai pelaku pencurian bukan orang sembarangan karena berhasil membongkar sistem penerangan kota tanpa terdeteksi.
Oleh sebab itu, kolaborasi pemerintah dan aparat keamanan dianggap penting untuk memutus rantai kejahatan tersebut.
Selain pelaporan kepada kepolisian, pemerintah memperketat patroli di seluruh area yang diduga menjadi incaran.
Tindakan preventif lain yang tengah disiapkan adalah penambahan titik CCTV guna memantau jalur yang sebelumnya belum tercakup sistem pengawasan.
Saat ini sudah tersedia sekitar 500 titik kamera yang terintegrasi antara milik Pemerintah Kota dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Jumlah ini dinilai masih perlu ditingkatkan untuk mengakomodasi wilayah Bandung yang cukup luas.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun tata kota cerdas yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung keamanan fasilitas publik.
Farhan menekankan bahwa Pemkot tidak tinggal diam dan terus memperkuat sistem pengawasan agar kasus serupa tidak terjadi berulang.
Kehilangan PJU bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas jalanan.
Warga berharap kebijakan pengawasan baru dapat segera berdampak sehingga jalan-jalan yang gelap bisa kembali terang seperti sedia kala.
Keamanan publik menjadi prioritas karena penerangan jalan merupakan salah satu elemen utama kenyamanan masyarakat perkotaan.***









