KoranBandung.co.id – Warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat yang sudah tinggal kerangka di sebuah gubuk kosong.
Penemuan tersebut terjadi di wilayah Desa Leuwigoong pada Sabtu siang dan langsung mengundang perhatian masyarakat sekitar.
Kejadian bermula ketika sejumlah warga sedang bergotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat karena bau menyengat yang telah tercium selama beberapa hari terakhir.
Tanpa disangka, di tengah kegiatan tersebut warga mendapati sumber bau berasal dari gubuk kosong yang berdiri di lahan tidak jauh dari pemukiman warga.
Ketika salah seorang warga mencoba memeriksa ke dalam, mereka mendapati sosok manusia dalam posisi duduk yang ternyata sudah tinggal kerangka.
Penemuan ini sontak membuat warga panik dan berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.
Dari informasi yang beredar di media sosial, termasuk video yang diunggah akun TikTok @kopi.news, terlihat suasana di sekitar lokasi sudah dipenuhi warga yang penasaran.
Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi mengenakan kaus berwarna hitam dan duduk di sudut gubuk yang tampak sudah lama tidak berpenghuni.
Berdasarkan kesaksian warga sekitar, bau tidak sedap sudah sering tercium dari arah gubuk tersebut sejak beberapa hari lalu, namun tak seorang pun menyangka bahwa sumbernya berasal dari jasad manusia.
Salah satu warga menyebut bahwa lokasi gubuk memang jarang didatangi orang karena dianggap angker dan tidak terawat.
Hal ini membuat proses penemuan semakin mengejutkan karena kondisi tubuh korban sudah sangat sulit dikenali.
Usai penemuan tersebut, warga segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian dari Polsek Cibatu bersama tim Inafis Polres Garut tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Petugas tampak memasang garis polisi di sekitar area gubuk agar warga tidak mendekat dan mengganggu proses penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, diperkirakan korban telah meninggal dunia dalam waktu yang cukup lama mengingat kondisi jasad yang sudah berubah menjadi kerangka.
Meski demikian, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan hingga pemeriksaan forensik dilakukan secara menyeluruh.
Kerangka manusia itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Slamet Garut untuk menjalani identifikasi lebih lanjut.
Proses identifikasi dilakukan untuk mengetahui identitas korban, penyebab kematian, serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana.
Pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan keterangan dari warga sekitar yang mungkin mengetahui keberadaan gubuk tersebut atau melihat aktivitas mencurigakan di area itu sebelum penemuan terjadi.***









