KoranBandung.co.id – Banjir bandang menerjang Kampung Leuweung Datar, Desa Bojonghaleuang, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, dan menyebabkan kerusakan puluhan bangunan warga usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut (11/12/2025).
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena terjadi di wilayah permukiman yang berada di bawah perbukitan yang tengah mengalami perubahan tata guna lahan.
Dampak banjir tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan dan keberlanjutan lingkungan di sekitarnya.
Sebanyak 13 rumah warga di Kampung Leuweung Datar dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi akibat terjangan banjir bandang yang membawa lumpur dan material dari arah perbukitan.
Banjir bandang tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Saguling dan sekitarnya selama beberapa jam pada Kamis sore.
Air bah mulai meluap ke kawasan permukiman sekitar pukul 17.00 WIB atau sekitar dua jam setelah hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi ini menunjukkan adanya akumulasi aliran air yang tertahan di kawasan hulu sebelum akhirnya melimpas secara tiba-tiba ke permukiman warga.
Warga setempat menyebut aliran air datang dari arah bukit yang berada tidak jauh dari permukiman dan membawa lumpur tebal serta material tanah.
Arus banjir yang deras menyebabkan genangan di dalam rumah serta merusak perabotan dan perlengkapan rumah tangga milik warga.
Sejumlah bangunan yang berada tepat di jalur limpasan air dilaporkan mengalami kerusakan struktural karena dinding rumah tidak mampu menahan tekanan air.
Beberapa dinding rumah warga bahkan jebol akibat hantaman air bercampur lumpur yang mengalir dengan kecepatan tinggi.
Situasi tersebut membuat warga panik karena banjir datang saat hujan di wilayah permukiman sudah mulai mereda.***






