KoranBandung.co.id – Tanah longsor yang melanda Komplek Bukit Sukasarimukti RW 20, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay pada pukul 01.00 WIB kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di wilayah rawan lereng.
Peristiwa ini terjadi ketika sebagian besar warga tengah terlelap pada dini hari.
Getaran tanah yang tiba-tiba dirasakan warga memicu kepanikan mendadak di lingkungan permukiman tersebut.
Situasi darurat membuat masyarakat saling berupaya menyelamatkan diri meski pencahayaan minim dan akses lokasi cukup terbatas.
Musibah tanah longsor tersebut menyebabkan enam rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Material tanah yang runtuh dari kontur bukit mengalir deras ke kawasan permukiman dan menimpa sebagian bangunan yang berada pada posisi paling dekat dengan lereng.
Dalam insiden itu, seorang anak berusia 11 tahun mengalami luka ringan akibat terjatuh saat berusaha keluar dari rumah.
Selain kerusakan fisik, peristiwa ini memunculkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di area serupa karena curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Aparat desa bersama relawan kebencanaan segera melakukan asesmen cepat untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan.
Petugas juga melakukan pemetaan wilayah untuk mengidentifikasi titik rawan susulan yang dapat membahayakan warga.
Kepala Desa Bumiwangi menegaskan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa warga dan menyampaikan bahwa pemerintah desa akan memberikan pendampingan untuk pemulihan awal.
Ia menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan pemulihan kondisi psikologis terutama bagi keluarga yang rumahnya terdampak.
Dalam penyampaiannya, ia menuturkan bahwa seluruh perangkat desa mengirimkan doa terbaik bagi warga agar diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan setelah bencana tersebut.
***









