KoranBandung.co.id – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua mobil di Jalan Surapati, Kota Bandung, pada Minggu dini hari, menjadi sorotan serius karena ditemukan botol yang diduga berisi minuman keras di salah satu kendaraan.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan dini hari di kawasan perkotaan yang kerap dipicu oleh faktor kelalaian dan rendahnya kewaspadaan pengemudi.
Insiden tersebut juga kembali menegaskan pentingnya disiplin berkendara serta pengawasan terhadap potensi pengaruh alkohol dalam lalu lintas jalan raya.
Kecelakaan terjadi di Jalan Surapati, tepatnya di depan Kantor Inspektorat Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, pada Minggu, 21 Desember 2025, sekitar pukul 04.00 WIB.
Meski terjadi pada waktu subuh, saat volume kendaraan relatif rendah, benturan antar dua mobil tersebut menimbulkan dampak yang cukup serius.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi di lokasi, sebuah mobil berwarna hitam melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan yang belum dapat dipastikan.
Saat tiba di titik kejadian perkara, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali sehingga bergerak oleng ke sisi kanan jalan.
Gerakan mendadak itu membuat mobil hitam masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan mobil putih yang datang dari arah timur.
Benturan keras tidak dapat dihindari karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat untuk melakukan manuver penghindaran.
Akibat tabrakan tersebut, kedua mobil mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan, yang mengindikasikan kuatnya energi benturan.
Petugas kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan memastikan kronologi kecelakaan secara akurat.
Dalam proses pemeriksaan awal, petugas menemukan sebuah botol di dalam mobil hitam yang diduga berisi minuman keras.
Sebanyak delapan orang tercatat menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
Dari jumlah tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka berat yang memerlukan penanganan medis intensif.
Enam korban lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Seluruh korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung, untuk mendapatkan perawatan medis.
Tumpahan oli dan serpihan kendaraan terlihat berserakan di badan jalan setelah tabrakan terjadi.
Untuk mengantisipasi kecelakaan susulan, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung melalui Diskarmat diterjunkan ke lokasi.
Petugas Diskarmat melakukan pembersihan tumpahan oli dengan menggunakan material khusus agar permukaan jalan kembali aman dilalui kendaraan.***









