KoranBandung.co.id – Terjadi sebuah insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan Buah Batu, Bandung, yang memicu respons cepat dari layanan kedaruratan kota pada Jumat pagi.
Insiden tersebut menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menangani keadaan darurat di ruang publik.
Peristiwa ini juga menunjukkan bagaimana laporan warga dapat mempercepat upaya penyelamatan di lapangan.
Kecelakaan bermotor yang terjadi pada Jumat, 05 Desember 2025 pukul 06.19 WIB di Jl. Terusan Buah Batu, Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, menggerakkan serangkaian respons cepat dari berbagai unit layanan darurat kota.
Lokasi kejadian berada tepat di depan Boedy Dental, sebuah titik yang dikenal cukup ramai pada jam-jam berangkat kerja, sehingga membuat laporan warga menjadi faktor krusial dalam mempercepat proses penanganan.
Pelapor berinisial R menjadi pihak pertama yang memastikan informasi mengenai keberadaan dua korban yang membutuhkan penanganan medis segera disampaikan ke kanal resmi kedaruratan.
Informasi awal yang diterima oleh Tim 112 Kota Bandung pada pukul 06.19 WIB langsung divalidasi secara cepat untuk memastikan bahwa laporan yang masuk benar dan membutuhkan respons lapangan.
Setelah laporan dinyatakan valid pada pukul 06.20 WIB, tim segera melakukan koordinasi awal dengan Ambulance BAT yang menjadi salah satu unit terdekat dalam jaringan respons darurat.
Namun informasi lanjutan memperlihatkan bahwa unit Ambulance BAT tengah berada dalam situasi pelayanan lain sehingga tidak dapat segera menuju lokasi.
Menghadapi situasi tersebut, Tim 112 kemudian mengalihkan koordinasi menuju PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung serta BKO Polrestabes Bandung pada pukul 06.22 WIB guna memastikan percepatan pengiriman bantuan.
Penerimaan laporan oleh PSC 119 pada pukul 06.22 WIB menjadi titik penting dalam aktivasi penanganan medis karena unit tersebut berfungsi sebagai pusat komando kesehatan dalam kedaruratan kota.
Tim PSC 119 dapat bergerak dengan cepat setelah mendapatkan arahan dan informasi detail mengenai lokasi serta kondisi korban.
Kedatangan tim PSC 119 di lokasi pada pukul 06.41 WIB menandai respons lapangan yang relatif cepat mengingat kondisi lalu lintas pagi hari yang kerap padat di kawasan tersebut.
Begitu tiba di lokasi, tim medis langsung melakukan penilaian awal terhadap kedua korban yang disebutkan berada dalam kondisi membutuhkan bantuan medis.
Penilaian lapangan dilakukan dengan memperhatikan mekanisme kecelakaan, potensi cedera serius, dan kebutuhan triase untuk menentukan prioritas evakuasi.
Korban pertama disebut mengalami kondisi yang membutuhkan stabilisasi dini dan pemindahan segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pada pukul 06.56 WIB, pelapor kembali memberikan pembaruan penting terkait proses evakuasi bahwa satu korban telah dibawa menuju RS Muhammadiyah untuk mendapatkan penanganan lanjutan.***









