KoranBandung.co.id – Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga di kawasan padat penduduk Sukasari, Kota Bandung, pada Rabu malam menjadi perhatian serius aparat pemadam kebakaran dan masyarakat setempat.
Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko kebakaran di lingkungan permukiman rapat yang minim ruang pemisah antarbangunan.
Laporan resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung memberikan gambaran awal mengenai dugaan kronologi kejadian sebelum api berhasil dikendalikan.
Kejadian kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan waktu penerimaan informasi pertama oleh petugas tercatat pada pukul 19.37 WIB.
Informasi awal mengenai insiden ini diterima melalui layanan Bandung Siaga 113 yang menjadi pusat aduan kedaruratan masyarakat Kota Bandung.
Objek kebakaran diketahui melibatkan tiga unit rumah tinggal yang berada dalam satu kawasan lingkungan warga.
Lokasi kejadian berada di Jalan Sukahaji Gang 1, RT 01 RW 07, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung.
Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan permukiman padat penduduk dengan jarak bangunan yang relatif berdekatan.
Kondisi geografis lokasi berada pada koordinat -6.868775, 107.584198, yang memudahkan pemetaan kejadian oleh petugas lapangan.
Pelaporan awal kebakaran dilakukan oleh seorang warga bernama Hendra yang menjadi saksi pertama kejadian.
Berdasarkan laporan yang diterima, api diketahui pertama kali muncul dari salah satu bangunan yang difungsikan sebagai mushola.
Dugaan kronologi kebakaran bermula saat seorang saksi yang sedang tertidur terbangun karena menyadari kondisi lampu di rumahnya tiba-tiba padam.
Beberapa saat setelah itu, saksi mencium aroma hangus yang tidak biasa di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Ketika dilakukan pengecekan sumber bau, saksi melihat kobaran api sudah muncul di dalam ruangan mushola.
Situasi tersebut mendorong saksi untuk segera mengambil langkah penyelamatan tanpa menunggu api membesar.
Saksi bersama ibunya langsung berupaya mengevakuasi anggota keluarga lanjut usia yang sedang dalam kondisi sakit.
Upaya penyelamatan difokuskan untuk memastikan kakek dan nenek mereka dapat keluar dari bangunan dengan selamat.
Langkah cepat tersebut dinilai krusial mengingat kondisi korban yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Dalam waktu bersamaan, warga sekitar yang melihat kepulan asap dan api mulai membesar segera memberikan bantuan seadanya.
Sebagian warga langsung menghubungi layanan darurat Emergency Call 113 milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung.
Panggilan darurat juga dilakukan melalui nomor 022-113 sesuai dengan prosedur pelaporan kebakaran di wilayah Kota Bandung.
Petugas pemadam kebakaran kemudian segera bergerak menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan.
Kondisi kawasan yang padat penduduk menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam proses penanganan awal.
Akses jalan yang sempit di gang permukiman mengharuskan petugas mengatur strategi pemadaman secara cepat dan terukur.
Api diketahui sempat merambat ke bangunan lain akibat jarak rumah yang saling berdempetan.
Total terdapat tiga rumah yang terdampak langsung oleh peristiwa kebakaran tersebut.
Rumah-rumah yang terdampak diketahui milik Bapak Aceng dan Balak Epi, Ibu Entar, serta Bapak Tomi yang juga menjalankan usaha warung.
Hingga laporan akhir disusun, belum terdapat informasi resmi mengenai jumlah kerugian materiil yang dialami para pemilik rumah.
Petugas pemadam kebakaran memastikan bahwa tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Keberhasilan evakuasi dini dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah jatuhnya korban.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.***









